Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

ما نهيتكم عنه فاجتنبوه، وما أمرتكم به فأتوا منه ما استطعتم ، فإنما أهلك الذين من قبلكم كثرة مسائلهم واختلافهم على أنبيائهم

Apa yang aku larang, tinggalkanlah. Apa yang aku perintahkan, kerjakanlah semampu kalian. Karena umat sebelum kalian telah binasa karena banyak bertanya dan banyak melanggar ajaran Nabi mereka” (Muttafaqun ‘Alaih)

Dari hadits ini para ulama melarang berlebihan dalam bertanya. Syaikh Ibnu Shalih Al Utsaimin rahimahullah berkata: “Hendaknya seseorang tidak suka banyak bertanya. Terlebih lagi di masa ketika wahyu masih turun, karena dengan banyak bertanya dalam mengharamkan yang tidak haram dan mewajibkan yang tidak wajib. Sebaiknya seseorang itu tidak terlalu sering bertanya dan hanya bertanya pada hal yang dibutuhkan saja

Syaikh Shalih Alu Syaikh hafizhahullah berkata: “Dahulu para sahabat –ridhwanullah ‘alaihim– jarang bertanya kepada Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, semuanya terjawab dalam Al Qur’an. Oleh karena itu mereka senang jika ada orang Badwi datang bertanya kepada Nabi, mereka mengambil faedah dari pertanyaan itu. Ini adalah adab yang penting. Karena orang yang banyak bertanya menunjukkan kurang agamanya, kurang wara’ dan menunjukkan ia bukan seorang penuntut ilmu. Sebaiknya, seorang penuntut ilmu, pencari kebenaran dan kebaikan itu mempersedikit pertanyaan sebisa mungkin”

(Kutipan ini dari Syarh Arba’in Nawawi, penjelasan hadits ke 9, cetakan Darul Mustaqbal)

Adab seorang penuntut ilmu itu adalah memperbanyak muraja’ah (mengulang pelajaran), jika menemukan permasalahan maka mencoba muthala’ah (mengkaji), jika sudah dicoba masih belum menemukan jawaban, baru bertanya. Sehingga pertanyaannya sedikit.

Semoga Allah Ta’ala menambahkan kepada saya dan anda sekalian, ilmu yang bermanfaat.

Tanah Suci Lowong Pasca Ramadhan, Yok Kita Umroh!

Kondisi tanah suci Makkah dan Madinah setelah bulan Ramadhan biasanya sangat lowong. Tidak terlalu padat. Sehingga sangat nyaman sekali untuk melakukan ibadah umroh. Ayo umroh bersama Batik Travel di bulan Syawal! 28 juta rupiah sudah plus jalan-jalan di Kuala Lumpur Malaysia. Dibimbing oleh Ustadz Yulian Purnama –hafizhahullah

Paket 11 Hari, berangkat: 30 Maret 2026

📲 Tanya-tanya dulu juga boleh! 

3 responses to “Penuntut Ilmu Tidak Banyak Bertanya”

  1. Assalamu`alaikum
    Ana sangat setuju karena seseorang yang bertanya akan memperlihatkan seseorang menjadi kelihatan bodoh,kecuali ada pertanyaan yang mendesak. Apalagi orang banyak bertanya,namun tak diamalkan sama saja dia seperti kaum Yahudi pada masa nabi Musa alaihissalam.

  2. Spertinya tetap hrs proporsional.Bknkah dlm alqur’an jg diulang2 “fas’aluu ahla adz-dzikri in kuntum la ta’lamun”.Dn jg hadis “alaa is’aluu,fainna syifaal umyi as-sual”.

  3. Saya lebih suka langsung bertanya, jika ingin memastikan sesuatu. Bila tidak, sering saya tak dpt tidur T.T

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Fawaid Kangaswad adalah platform dakwah sunnah melalui website fawaidkangaswad.id dan beberapa kanal di media sosial seperti whatsapp, telegram, instagram dan twitter.

Fawaid Kangaswad juga mengelola Ma’had Fawaid Kangaswad, yaitu program belajar Islam berbasis kitab kuning karya para ulama Ahlussunnah, melalui media grup Whatsapp.

Fawaid Kangaswad juga menyebarkan buku-buku serta e-book bermanfaat secara gratis.

Dukung operasional kami melalui:

https://trakteer.id/kangaswad
(transfer bank, QRIS, OVO, Gopay, ShopeePay, Dana, LinkAja, dll)

Atau melalui:

Bank Mandiri 1370023156371 a/n Yulian Purnama

Semoga menjadi pahala jariyah.

Trending