Agama Islam telah sempurna, tidak boleh ditambahkan atau dikurangi lagi. Islam itu aturan yang sempurna dan terbaik untuk setiap zaman dan setiap tempat. Sebagaimana Allah ta’ala berfirman:

ٱلۡيَوۡمَ أَكۡمَلۡتُ لَكُمۡ دِينَكُمۡ

“Hari ini telah Aku sempurnakan (Islam) sebagai agama kalian” (QS. Al Maidah: 3).

Sebagian orang mengatakan bahwa ayat ini tidak bermakna Islam sudah sempurna. Bahkan ia mengatakan: “Islam belum sempurna”!? Allahu Akbar! Dan ia mengesankan bahwa pemahaman “Islam telah sempurna” adalah pemahaman baru yang merupakan pergeseran dari makna sebenarnya.

Orang yang mau berpikir sedikit saja sudah mengetahui dengan jelas kebatilan perkataan orang ini. Yang sangat jelas kebatilannya secara syar’i, secara realita, secara bahasa, secara akal sehat dan secara fitrah yang lurus.

Selain itu, ini adalah tafsiran paling nyeleneh dalam menafsirkan ayat ini. Kita lihat keterangan para ulama tafsir terhatap ayat ini:

* Al Baghawi dalam Ma’alimut Tanzil (Tafsir Al Baghawi) menjelaskan:

نزلت هذه الآية يوم الجمعة ، يوم عرفة بعد العصر في حجة الوداع ، والنبي صلى الله عليه وسلم واقف بعرفات على ناقته

“Ayat ini turun di hari Jum’at, hari Arafah, setelah Ashar ketika haji Wada’. Ketika itu Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam di Arafah menunggangi untanya”.

Kemudian Al Baghawi membawakan riwayat:

فقال له النبي صلى الله عليه وسلم : ” ما يبكيك يا عمر ؟ فقال : أبكاني أنا كنا في زيادة من ديننا ، فأما إذا كمل فإنه لم يكمل شيء إلا نقص ، قال : صدقت “

“Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: apa yang membuat engkau menangis wahai Umar? Umar menjawab: yang membuatku menangis adalah, sebelum ini ajaran agama kami terus bertambah, namun hari ini telah sempurna dan sesuatu yang sudah sempurna pasti akan berkurang (dilalaikan oleh orang-orang). Nabi berkata: engkau benar wahai Umar“.

* Ibnu Katsir dalam Tafsir Al Qur’anil Azhim (Tafsir Ibnu Katsir) menafsirkan ayat ini, beliau mengatakan:

هذه أكبر نعم الله ، عز وجل ، على هذه الأمة حيث أكمل تعالى لهم دينهم ، فلا يحتاجون إلى دين غيره ، ولا إلى نبي غير نبيهم

“Ini adalah nikmat dari Allah ‘azza wa jalla kepada umat ini. Karena Allah telah sempurnakan agama Islam untuk mereka. Sehingga mereka tidak butuh kepada agama yang lain atau kepada Nabi yang lain”.

Ibnu Katsir juga membawakan riwayat:

عن ابن عباس قوله : { الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ } وهو الإسلام ، أخبر الله نبيه صلى الله عليه وسلم والمؤمنين أنه أكمل لهم الإيمان ، فلا يحتاجون إلى زيادة أبدا ، وقد أتمه الله فلا ينقصه أبدا ، وقد رضيه الله فلا يَسْخَطُه أبدا

“Dari Ibnu Abbas, ketika menafsirkan ayat [Hari ini telah Aku sempurnakan (Islam) sebagai agama kalian], beliau berkata: maksudnya adalah agama Islam. Allah ta’ala kabarkan kepada Nabi-Nya Shallallahu’alaihi Wasallam dan orang-orang beriman bahwa Allah telah sempurnakan agama mereka. Sehingga tidak butuh untuk ditambah lagi. Allah telah sempurnakan maka tidak boleh dikurangi sedikitpun. Allah telah ridha kepada Islam maka tidak boleh ada yang benci kepada ajaran Islam”.

* Al Baidhawi dalam Anwarut Tanzil (Tafsir Al Baidhawi) menafsirkan ayat ini:

اخترته لكم دينا من بين الأديان وهو الدين عند الله لا غير

“Maksudnya: Aku (Allah) telah memilihkan agama bagi kalian di antara agama-agama yang lain, yaitu agama Islam. Dan inilah agama yang diridhai di sisi Allah, bukan agama yang lain”.

* Ath Thabari dalam Jami’ul Bayan ‘an Ta’wil ayil Qur’an (Tafsir Ath Thabari) menafsirkan ayat ini:

اليوم أكملت لكم أيها المؤمنون فرائضي عليكم وحدودي ، وأمري إياكم ونهيي ، وحلالي وحرمي ، وتنزيلي من ذلك ما أنزلت منه في كتابي ، وتبياني ما بينت لكم منه بوحيي على لسان رسولي ، والأدلة التي نصبتها لكم على جميع ما بكم الحاجة إليه من أمر دينكم ، فأتممت لكم جميع ذلك ، فلا زيادة فيه بعد هذا اليوم

“Maksudnya: wahai orang-orang beriman, hari ini Aku (Allah) menyempurnakan kepada kalian kewajiban-kewajiban dan batasan-batasan dari-Ku. Juga perintah-perintah dan larangan-larangan. Juga halal dan haram. Juga Aku sempurnakan wahyu yang Aku turunkan kepada kalian dalam kitab-Ku. Dan Aku sempurnakan wahyu yang aku turunkan melalui lisan Rasul-Ku. Dan Aku sempurnakan dalil-dalil yang menjadi landasan untuk semua perkara yang kalian butuhkan. Aku sempurnakan semua itu, sehingga tidak butuh kepada tambahan lagi sejak hari ini”.

* Ibnu ‘Athiyyah dalam Al Muharrar Al Wajiz (Tafsir Ibnu ‘Athiyyah) juga mengatakan:

وهذا الإكمال عند الجمهور هو الإظهار واستيعاب عظم الفرائض والتحليل والتحريم قالوا : وقد نزل بعد ذلك قرآن كثير ونزلت آية الربا ونزلت آية الكلالة إلى غير ذلك

“Penyempurnaan ini menurut jumhur ulama adalah mencakup mayoritas kewajiban-kewajiban serta hukum halal dan haram. Namun sebagian ulama mengatakan: ada beberapa ayat yang turun setelah ini seperti ayat riba, ayat tentang kalalah dan ayat lainnya”.

* Ibnu Asyur dalam At Tahrir wat Tanwir (Tafsir Ibnu ‘Asyur) juga menjelaskan:

فمن كان من المسلمين آخذاً بكلّ ما أنزل إليهم في وقت من الأوقات فهو متمسّك بالإسلام ، فإكمال الدين يوم نزول الآية إكمال له فيما يُراد به ، وهو قبل ذلك كامل فيما يراد من أتباعه الحاضرين

“Maka setiap orang Muslim di setiap zaman yang mengamalkan apa yang diturunkan Allah kepada mereka dalam Al Qur’an, maka ia berpegang pada Islam. Maka disempurnakannya Islam ketika ayat ini turun adalah kesempurnan Islam untuk semua tujuan dari penyampaian Al Qur’an (yaitu seluruh manusia). Adapun sebelum ayat ini turun, maka Islam juga sudah sempurna bagi orang-orang di masa itu”.

* Al Mawardi dalam An Nukat wal ‘Uyun (Tafsir Al Mawardi) berkata ketika menjelaskan ayat ini:

وفي إكمال الدين قولان :

أحدهما : يعني أكملت فرائضي وحدودي وحلالي وحرامي ، ولم ينزل على النبي صلى الله عليه وسلم من الفرائض من تحليل ولا تحريم ، وهذا قول ابن عباس والسدي .

والثاني : يعني اليوم أكملت لكم حجتكم ، أن تحجوا البيت الحرام ، ولا يحج معكم مشرك ، وهذا قول قتادة ، وسعيد ابن جبير

“Sempurnanya agama Islam dalam ayat ini ada dua pendapat:

Pertama, maksudnya hari ini Aku (Allah) telah sempurnakan semua kewajiban-kewajiban agama, batasan-batasan agama, halal dan haram bagi kalian. Dan tidak akan turun lagi wahyu kepada Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam terkait kewajiban agama serta halal-haram. Ini adalah pendapat Ibnu ‘Abbas dan As Suddi.

Kedua, hari ini Aku telah disempurnakan haji kalian. Kalian berhaji ke Al Baitul Haram dan tidak ada orang musyrik yang berhaji bersama kalian. Ini pendapat Qatadah dan Sa’id bin Jubair”.

* Al Qurthubi dalam Al Jami’ li Ahkamil Qur’an (Tafsir Al Qurthubi) menjelaskan:

وذلك أن النبي صلى الله عليه وسلم حين كان بمكة لم تكن إلا فريضة الصلاة وحدها ، فلما قدم المدينة أنزل الله الحلال والحرام إلى أن حج ، فلما حج وكمل الدين نزلت هذه الآية

“Yang demikian itu karena Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam ketika di Makkah tidak ada kewajiban syariat kecuali shalat semata. Ketika beliau hijrah ke Madinah, Allah turunkan banyak hukum halal dan haram sampai yang terakhir adalah syariat haji. Ketika haji sudah dilaksanakan maka telah sempurnalah semua hukum agama, sehingga turun ayat ini”.

Kemudian Al Qurthubi membawakan riwayat dari Umar bin Khathab yang sudah disebutkan di atas.

Sudah jelas, para ulama tafsir memahami bahwa Islam telah sempurna dan Islam adalah agama yang diridhai di sisi Allah. Tidak ada keraguan di dalamnya. Sehingga tidak benar dan sangat nyeleneh tafsiran yang menyatakan bahwa ayat di atas tidak menunjukkan kesempurnaan Islam.

Mengajak berbuat baik kepada pemeluk agama lain tidak perlu dengan cara-cara rendahan semisal melecehkan agama sendiri dan meragukan kebenarannya. Karena dalam Islam sudah ada aturannya dalam bergaul pemeluk agama lain, aturan yang paling sempurna dan tidak ada kezaliman di dalamnya. Bagi orang yang mau tunduk kepada Allah dan Rasul-Nya.

Semoga Allah ta’ala memberi taufik.

Tanah Suci Lowong Pasca Ramadhan, Yok Kita Umroh!

Kondisi tanah suci Makkah dan Madinah setelah bulan Ramadhan biasanya sangat lowong. Tidak terlalu padat. Sehingga sangat nyaman sekali untuk melakukan ibadah umroh. Ayo umroh bersama Batik Travel di bulan Syawal! 28 juta rupiah sudah plus jalan-jalan di Kuala Lumpur Malaysia. Dibimbing oleh Ustadz Yulian Purnama –hafizhahullah

Paket 11 Hari, berangkat: 30 Maret 2026

📲 Tanya-tanya dulu juga boleh! 

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Fawaid Kangaswad adalah platform dakwah sunnah melalui website fawaidkangaswad.id dan beberapa kanal di media sosial seperti whatsapp, telegram, instagram dan twitter.

Fawaid Kangaswad juga mengelola Ma’had Fawaid Kangaswad, yaitu program belajar Islam berbasis kitab kuning karya para ulama Ahlussunnah, melalui media grup Whatsapp.

Fawaid Kangaswad juga menyebarkan buku-buku serta e-book bermanfaat secara gratis.

Dukung operasional kami melalui:

https://trakteer.id/kangaswad
(transfer bank, QRIS, OVO, Gopay, ShopeePay, Dana, LinkAja, dll)

Atau melalui:

Bank Mandiri 1370023156371 a/n Yulian Purnama

Semoga menjadi pahala jariyah.

Trending