Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah menjelaskan:

البدعة لا يمكن أن تكون بدعة حسنة، كل البدع سيئة ، والذي حدثنا بذلك رسول الله صلى الله عليه وسلم، ورسول الله صلى الله عليه وسلم اجتمع في خبره كل صفات الكمال في الخبر، لأن خبره صادر عن علم، وعن إرادة حسنة، وعن صدق، وعن فصاحة تامة، فهو أعلم الخلق بدين الله، وهو أصدق الخلق فيما يخبر به، وهو أنصح الخلق لعباد الله، وهو أفصح الخلق فيما ينطق به، كل هذا من الأمور المسلمة عند جميع المسلمين

Bid’ah tidak mungkin ada yang baik, semua bid’ah itu buruk. Dan yang menyampaikan hal ini kepada kita adalah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Dan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam di dalam ucapan beliau terkumpul semua sifat kesempurnaan. Karena ucapan beliau berlandaskan ilmu, niat yang baik, kejujuran, dan kefasihan yang sempurna. Beliau adalah orang yang paling mengetahui tentang agama Allah, orang yang paling jujur dalam mengabarkan informasi, orang yang paling tulus niatnya terhadap hamba-hamba Allah, dan orang yang paling fasih ucapannya. Semua ini adalah hal-hal yang telah disepakati oleh seluruh umat Islam.

وقد قال بكلام واضح جلي : كل بدعة ضلالة ، كل ، كل بدعة ضلالة وهذه الجملة عامة شاملة، مسورة بـ : كل التي هي نص في العموم، ولم يقسم النبي صلى الله عليه وسلم البدعة إلى بدعة حسنة وبدعة سيئة، ومن ادعى أن بدعة من البدع تكون حسنة فدعواه غير صحيحة، لأن هذه الدعوة دائرة بين أمرين :

Dan beliau telah mengatakan dengan kata-kata yang jelas dan gamblang: “Semua bid’ah adalah kesesatan” (HR. Muslim), semua bid’ah! Kalimat ini berlaku umum dan mencakup segala bentuk bid’ah, ditandai dengan kata kullu (semua) yang menunjukkan makna umum. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam tidak membagi bid’ah menjadi bid’ah yang baik dan bid’ah yang buruk. Barang siapa yang mengklaim bahwa ada bid’ah yang baik, maka klaimnya tidak benar, karena klaim tersebut berporos di antara dua hal:

فإما أن لا يكون أن ما ظنه بدعة بدعة، يعني أنه يظن أن هذا بدعة وليس ببدعة، وإما أن لا يكون ما ظنه حسنا حسنا، أي أنه يظن أنه حسن وليس بحسن .
أما أن يجتمع أنه بدعة وأنه حسن ، فهذا لا يمكن أبدا ، لأن النبي صلى الله عليه وسلم قال : كل بدعة ضلالة .

Pertama, bisa jadi apa yang dia anggap sebagai bid’ah sebenarnya bukan bid’ah. Artinya, dia mengira hal tersebut adalah bid’ah padahal bukan.

Kedua, bisa jadi apa yang dia anggap baik sebenarnya tidak baik. Artinya, dia mengira hal itu baik padahal tidak. Adapun jika ada sesuatu yang dianggap sebagai bid’ah sekaligus baik, hal ini tidak mungkin terjadi, karena Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Setiap bid’ah adalah kesesatan”.

ومن قسّم من أهل العلم البدعة إلى أقسام، فإنك إذا تأملت كلامه ، وجدت أن ما ظنه بدعة ليس ببدعة، لأن البدعة أن يبتدع الإنسان في دين الله ما ليس منه، لا أن يبتدع وسائل ليست معروفة في عهد النبوة يتوصل بها إلى تحقيق أمر شرعي، فإن الوسائل الموصلة إلى أمر شرعي تكون بحسب هذا المقصود، ولهذا كان من العبارات المعروفة عند أهل العلم أن للوسائل أحكام المقاصد

Adapun ulama yang membagi bid’ah menjadi beberapa jenis, jika Anda memperhatikan ucapan mereka, Anda akan mendapati bahwa apa yang dianggapnya sebagai bid’ah sebenarnya bukan bid’ah. Karena bid’ah adalah ketika seseorang membuat hal baru dalam agama Allah yang bukan bagian dari agama, bukan sekadar menciptakan sarana yang tidak dikenal di masa Nabi untuk mencapai suatu tujuan syar’i. Sebab, sarana yang digunakan untuk mencapai suatu tujuan syar’i hukumnya sesuai dengan tersebut. Oleh karena itu, ada ungkapan yang dikenal di kalangan ulama bahwa “hukum sarana sesuai dengan hukum tujuan”.

فمثلا : من البدع التي لم تكن معروفة في عهد الرسول عليه الصلاة والسلام ولكنها بدعة وسيلة ، تصنيف الشرع، تصنيفه وتبويبه وتقسيمه، مثلا هذا علم تفسير وهذا علم حديث، وهذا علم توحيد، وهذا علم فقه، ثم علم الفقه ، هذا كتاب طهارة وهذا كتاب صلاة وهذا كتاب الزكاة وهذا كتاب الصيام وما أشبه ذلك، هل نحن نجد في الأحاديث النبوية تقسيما كهذا ؟

Sebagai contoh, di antara bid’ah yang tidak dikenal pada masa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam tetapi merupakan bid’ah dalam bentuk sarana adalah klasifikasi ilmu agama, pengelompokkan, dan pembagiannya. Misalnya, adanya pembagian ilmu menjadi ilmu tafsir, ilmu hadits, ilmu tauhid, dan ilmu fikih. Kemudian dalam ilmu fikih, ada pembagian: bab thaharah (bersuci), bab shalat, bab zakat, bab puasa, dan yang semisalnya. Apakah kita menemukan pembagian seperti ini dalam hadits-hadits Nabi?

لا، ولا أعلمه كذلك في كلام الخلفاء الراشدين، لكن أهل العلم قسّموه إلى ذلك لحاجة الأمة لهذا التقسيم، فهو من باب تقريب العلم وحصر العلم حتى لا تتشتت أذهان الناس ، وحينئذ لا نقول هذا بدعة ، بل هو أيش ؟ .
وسيلة مبتدعة لتحقيق أمر ثابت شرعيّته، أو لتحقيق أمر قد ثبتت شرعيّته، فليس هذا من باب البدع .
كذلك لو قال قائل : المصحف كان في عهد النبوة غير مكتوب على هذا الوجه، والآن كتب وشكّل ونقّط فهذا بدعة، فماذا نقول ؟ .

Tentu tidak. Dan saya juga tidak mengetahuinya ada hal tersebut dalam perkataan para Khulafa ar-Rasyidin. Namun, para ulama membaginya demikian karena kebutuhan umat akan pembagian tersebut. Hal ini sebagai upaya mempermudah memahmi ilmu dan membatasi ilmu agar pemahaman orang-orang tidak menjadi kacau. Oleh karena itu, kita tidak mengatakan bahwa ini adalah bid’ah. Lalu apa namanya? Ini namanya adalah wasilah mubtada’ah (sarana baru) yang dibuat untuk mencapai tujuan yang ada landasan syariatnya, atau untuk mencapai sesuatu yang ada landasan syariatnya. Maka ini bukan termasuk bid’ah.

Demikian juga, jika ada yang berkata: “Mushaf (Al-Qur’an) pada masa kenabian tidak ditulis dengan format seperti ini, dan sekarang mushaf dicetak, diberi harakat, dan diberi titik, maka ini adalah bid’ah” apakah benar yang ia katakan ini?

نقول هذه بدعة غير مستقلة، لكنه وسيلة لتحقيق أمر مشروع وهو ضبط القرآن وحفظه حتى لا يلحن الناس فيه ، ويتعدّون الحدود فيه، ومع الأسف في عصرنا الحاضر أن القرآن منقوط ومشكل ومعرب، وكثير من الناس يقرؤه مكسّرا ، وهم أيضا عرب والقرآن عربي، وتجده يقرأه مكسّرا، لا يمكن أن يقرأه على وجه صواب .

Kita katakan bahwa ini adalah bukanlah bid’ah, melainkan sarana untuk mencapai sesuatu yang disyariatkan, yaitu menjaga dan memelihara Al-Qur’an agar orang tidak salah dalam membacanya dan tidak melanggar batasannya. Sayangnya, di zaman kita sekarang, Al-Qur’an sudah diberi titik, harakat, dan tanda baca, tetapi banyak orang yang masih membacanya dengan terbata-bata, bahkan mereka adalah orang Arab, sedangkan Al-Qur’an berbahasa Arab. Namun, tetap saja mereka membacanya dengan terbata-bata, dan tidak dapat membacanya dengan benar.

وهذه من المصائب أن يوجد أحد في المسلمين لا يستطيع إقامة حروف القرآن، ولكن ولله الحمد في العهد الحديث بدأت مدارس تحفيظ القرآن تنتشر في المساجد وعلى المستوى الرسمي، وصار الناس ولله الحمد لديهم إقبال كثير على حفظ القرآن وتلاوته على الوجه الأكمل، وهذا من نعمة الله التي من بها على هذا العصر فنسأل الله المزيد من فضله .

Ini adalah salah satu musibah bahwa ada seorang Muslim yang tidak mampu melafalkan huruf-huruf Al-Qur’an dengan benar. Namun, alhamdulillah, di era modern ini, sekolah-sekolah tahfiz Al-Qur’an mulai berkembang di masjid-masjid dan bahkan di level sekolah resmi. Orang-orang, alhamdulillah, semakin banyak yang bersemangat untuk menghafal Al-Qur’an dan membacanya dengan cara yang benar. Ini adalah salah satu nikmat Allah yang dianugerahkan pada masa ini, maka kita memohon kepada Allah untuk menambahkan karunia-Nya.

المهم أنه لا يوجد بدعة حسنة إطلاقا، ومن قال عن بدعة أنها حسنة فإنه : إما أن لا يكون أن ما ظنه بدعة بدعة، أو لا يكون ما ظنه حسنا حسنا، أما أن يجتمع بدعة وحسنة فهذا شيء مستحيل.

Intinya, tidak ada yang namannya bid’ah yang baik (bid’ah hasanah). Siapa yang mengklaim adanya bid’ah hasanah maka tidak lepas dari dua kemungkinan: bisa jadi ia mengira perkara tersebut bid’ah padahal bukan bid’ah, atau bisa jadi ia mengira perkara tersebut baik padahal tidak baik. Adapun mengatakan ada bid’ah yang baik maka ini mustahil.

Sumber: https://al-fatawa.com/fatwa/1993

Tanah Suci Lowong Pasca Ramadhan, Yok Kita Umroh!

Kondisi tanah suci Makkah dan Madinah setelah bulan Ramadhan biasanya sangat lowong. Tidak terlalu padat. Sehingga sangat nyaman sekali untuk melakukan ibadah umroh. Ayo umroh bersama Batik Travel di bulan Syawal! 28 juta rupiah sudah plus jalan-jalan di Kuala Lumpur Malaysia. Dibimbing oleh Ustadz Yulian Purnama –hafizhahullah

Paket 11 Hari, berangkat: 30 Maret 2026

📲 Tanya-tanya dulu juga boleh! 

One response to “Adakah Bid’ah Hasanah (Bid’ah Yang Baik) ?”

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Fawaid Kangaswad adalah platform dakwah sunnah melalui website fawaidkangaswad.id dan beberapa kanal di media sosial seperti whatsapp, telegram, instagram dan twitter.

Fawaid Kangaswad juga mengelola Ma’had Fawaid Kangaswad, yaitu program belajar Islam berbasis kitab kuning karya para ulama Ahlussunnah, melalui media grup Whatsapp.

Fawaid Kangaswad juga menyebarkan buku-buku serta e-book bermanfaat secara gratis.

Dukung operasional kami melalui:

https://trakteer.id/kangaswad
(transfer bank, QRIS, OVO, Gopay, ShopeePay, Dana, LinkAja, dll)

Atau melalui:

Bank Mandiri 1370023156371 a/n Yulian Purnama

Semoga menjadi pahala jariyah.

Trending