Tafsir Surat Al Quraisy Ayat 1

لِإِيلَافِ قُرَيْشٍ

“Karena kebiasaan orang-orang Quraisy”

  1. Kata إِيلاف maknanya perjanjian dan jaminan keamanan yang biasa dibuat orang Quraisy terdahulu terhadap para pedagang yang datang kepada mereka.
  2. Kata إِيلاف juga bermakna تَعَوَّدَ yaitu membuat aturan-aturan dalam aktifitas sehari-hari menjadi sebuah kebiasaan.
  3. Mayoritas ulama tafsir mengatakan bahwa ayat ini dimulai dengan jar-majrur karena melanjutkan ayat sebelumnya yaitu ayat terakhir dari surat Al Fil.
  4. Allah ta’ala berfirman dalam surat Al Fil ayat terakhir:

فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَأْكُولٍ

“lalu Allah menjadikan mereka (pasukan gajah) seperti daun-daun yang dimakan (ulat).”

Kemudian Allah berfirman (yang artinya) : “Karena kebiasaan orang-orang Quraisy”.

Maksudnya Allah jadikan pasukan gajah kalah dan binasa sehingga bisa melanjutkan kebiasaannya yaitu bepergian ke Syam dan Yaman untuk berdagang.

  1. Allah ta’ala telah memberikan kenikmatan dan pertolongan yang banyak kepada orang-orang Quraisy, di antaranya pertolongan dari pasukan gajah, namun kebanyakan mereka tidak mesyukuri nikmat Allah tersebut dengan terus melakukan kekufuran dan kesyirikan.

Tafsir Surat Al Quraisy Ayat 2

إِيلَافِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاءِ وَالصَّيْفِ

(yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas.

  1. Orang Quraisy memiliki kebiasaan melakukan perjalanan ke Yaman di musim dingin dan perjalanan ke Syam di musim panas. Dalam rangka untuk berdagang memenuhi kebutuhan mereka dan juga perawatan Ka’bah.
  2. Pendapat lain dari riwayat Ibnu Abbas, mengatakan bahwa orang Quraisy dahulu ada di Mekkah di musim dingin dan ada di Thaif di musim panas. Sebelum Allah perintahkan mereka untuk merawat Ka’bah.
  3. Dalam Tafsir Al Qurthubi disebutkan, pemuka Quraisy yang sering melakukan perjalanan ada 4 orang bersaudara: Hasyim, Abdusy Syams, Muthallib, dan Naufal bin Abdimanaf. Hasyim pergi ke Syam. Abdusy Syams pergi ke Habasyah. Muthallib pergi ke Yaman. Naufal pergi ke Persia.
  4. Allah ta’ala mudahkan perjalanan mereka ke negeri-negeri tersebut walaupun harus melewati musim panas dan musim dingin. Dan Allah berikan keamanan kepada mereka sehingga kembali ke Mekkah dalam keadaan selamat.
  5. Orang-orang Quraisy dahulu ketika melakukan perjalanan biasa mengatakan: “Kami adalah ahlul haram (orang-orang yang merawat Ka’bah)”, maka orang-orang pun tidak berani menganggu mereka. Ini bentuk kemudahan dari Allah ta’ala.
  6. Allah ta’ala menjaga keutuhan Baitullah Al Haram (Ka’bah) dengan Allah tetapkan sebab-sebabnya. Di antaranya Allah mudahkan orang-orang Quraisy untuk berdagang dengan lancar dan aman sehingga mereka bisa memiliki harta untuk merawat Ka’bah.
  7. Perjalanan safar itu asalnya sulit dan berat, kecuali Allah berikan kemudahan.

Tafsir Al Quraisy ayat 3

فَلْيَعْبُدُوا۟ رَبَّ هَٰذَا ٱلْبَيْتِ

“Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka’bah)”

Faedah-faedah dari ayat:

  1. Kaum Muslimin tidak menyembah Ka’bah, karena Allah perintahkan kaum Muslimin untuk menyembah pemilik Ka’bah, yaitu Allah ta’ala.
  2. Ka’bah adalah tempat ibadah yang mulia yang disucikan oleh Allah ta’ala
  3. Allah ta’ala tidak langsung mengatakan “Sembahlah Allah” namun “Sembahlah Rabb dari rumah ini” karena Allah ingin menunjukkan keagungan Rububiyah-nya bahwa Ia adalah Rabb dari segala sesuatu. Sehingga tidak layak ada yang disembah selain Allah.
  4. Huruf fa’ dalam kata falya’budu adalah fa’ sababiyah yang menunjukkan sebab-akibat. Maknanya, karena Allah telah berikan nikmat, maka semestinya orang-orang Quraisy bersyukur.
  5. Ayat ini adalah perintah untuk bersyukur setelah Allah memberikan banyak nikmat kepada orang-orang Quraisy yang disebutkan pada dua ayat sebelumnya.
  6. Cara mensyukuri nikmat Allah adalah dengan menyembah Allah semata dan tidak berbuat syirik, serta memperbanyak ibadah kepada Allah.
  7. Ka’bah disebut juga dengan al-Bait atau Baitullah.

Tafsir Surat Al Quraisy Ayat 4

ٱلَّذِىٓ أَطْعَمَهُم مِّن جُوعٍ وَءَامَنَهُم مِّنْ خَوْفٍۭ

Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.

Faedah-faedah dari ayat:

  1. Hilangnya lapar dan rasa aman adalah nikmat dari Allah
  2. Tidak ada yang bisa menghilangkan lapar dan memberi rasa aman kecuali Allah, maka mintalah keduanya dari Allah.

Dalam sebuah hadits Qudsi, Allah ta’ala berfirman:

يَا عِبَادِى كُلُّكُمْ جَائِعٌ إِلاَّ مَنْ أَطْعَمْتُهُ فَاسْتَطْعِمُونِى أُطْعِمْكُمْ

“Wahai hamba-Ku, kalian semua adalah orang yang lapar, kecuali orang yang Aku beri makan, maka hendaklah kalian minta makan kepada-Ku, pasti Aku memberinya” (HR. Musilm).

Allah ta’ala berfirman:

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُم بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ قَالَ وَمَن كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُ قَلِيلًا ثُمَّ أَضْطَرُّهُ إِلَىٰ عَذَابِ النَّارِ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: “Dan kepada orang yang kafirpun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali”. (QS. Al Baqarah: 126)

  1. Kaum Quraisy hidup di tengah lembah yang dahulu tidak ada tanam-tanaman, namun Allah dengan kuasa-Nya telah menumbuhkan tumbuhan untuk mereka sehingga mereka bisa makan dengan cukup.
  2. Dahulu orang-orang Arab saling berperang satu sama lain, namun kaum Quraisy terbebas dari hal ini karena mereka tinggal di sekitar Baitul Haram. Dan Allah juga telah memberi mereka keamanan dari serangan pasukan gajah.

Allah ta’ala berfirman :

أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا جَعَلْنَا حَرَمًا آمِنًا وَيُتَخَطَّفُ النَّاسُ مِنْ حَوْلِهِمْ

“Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman, sedang manusia sekitarnya rampok-merampok.“(QS. Al-‘Ankabut: 67)

  1. Mensyukuri nikmat makanan dan nikmat aman adalah dengan menyempurnakan tauhid.

Fawaid Kangaswad | https://lynk.id/kangaswad

Tanah Suci Lowong Pasca Ramadhan, Yok Kita Umroh!

Kondisi tanah suci Makkah dan Madinah setelah bulan Ramadhan biasanya sangat lowong. Tidak terlalu padat. Sehingga sangat nyaman sekali untuk melakukan ibadah umroh. Ayo umroh bersama Batik Travel di bulan Syawal! 28 juta rupiah sudah plus jalan-jalan di Kuala Lumpur Malaysia. Dibimbing oleh Ustadz Yulian Purnama –hafizhahullah

Paket 11 Hari, berangkat: 30 Maret 2026

📲 Tanya-tanya dulu juga boleh! 

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Fawaid Kangaswad adalah platform dakwah sunnah melalui website fawaidkangaswad.id dan beberapa kanal di media sosial seperti whatsapp, telegram, instagram dan twitter.

Fawaid Kangaswad juga mengelola Ma’had Fawaid Kangaswad, yaitu program belajar Islam berbasis kitab kuning karya para ulama Ahlussunnah, melalui media grup Whatsapp.

Fawaid Kangaswad juga menyebarkan buku-buku serta e-book bermanfaat secara gratis.

Dukung operasional kami melalui:

https://trakteer.id/kangaswad
(transfer bank, QRIS, OVO, Gopay, ShopeePay, Dana, LinkAja, dll)

Atau melalui:

Bank Mandiri 1370023156371 a/n Yulian Purnama

Semoga menjadi pahala jariyah.

Trending