Asy Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan:
وطريق النجاة من صنوف الفتن هو التمسك بكتاب الله وبسنة رسوله عليه الصلاة والسلام كما روي ذلك عن علي مرفوعا تكون فتن. قيل: ما المخرج منها يا رسول الله؟ قال: كتاب الله، فيه نبأ ما قبلكم، وخبر ما بعدكم، وفصل ما بينكم.. الحديث
Cara agar selamat dari berbagai macam fitnah (godaan) adalah berpegang teguh pada Kitabullah (Al Qur’an) dan Sunnah Rasul-Nya Shallallahu’alaihi Wasallam, sebagaimana diriwayatkan dari Ali secara marfu’: “Akan muncul berbagai fitnah (godaan)” Lalu seseorang bertanya: “Apa jalan keluarnya, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Jalan keluarnya adalah Kitabulllah. Di dalamnya ada berita tentang apa yang terjadi sebelum kalian, kabar tentang apa yang akan terjadi setelah zaman kalian, dan penjelasan mengenai apa yang ada di antara kalian…” (al-Hadits).
والمقصود أن الفتن: فتن الشهوات والشبهات والقتال، وفتن البدع، كل أنواع الفتن، لا تخلص منها ولا النجاة منها إلا بالتفقه في كتاب الله وسنة رسوله ﷺ ومعرفة منهج سلف الأمة من الصحابة رضي الله عنهم ومن سلك سبيلهم من أئمة الإسلام ودعاة الهدى
Yang dimaksud adalah bahwa fitnah itu dengan berbagai macamnya, baik fitnah syahwat, fitnah syubhat, peperangan, kebid’ahan, dan segala jenis fitnah, tidak ada jalan keluar dan keselamatan darinya kecuali dengan memahami Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya Shallallahu’alaihi Wasallam. Serta mengetahui manhaj salaf, yaitu para sahabat radhiyallahu ‘anhum dan para imam Islam serta para da’i yang mengajak kepada petunjuk, yang mengikuti jalannya para salaf.
وجميع ما يقول الناس وما يتشبث به الناس وما يتعلق به الناس في سلمهم وحربهم وفي جميع أمورهم، يجب أن يعرض على كتاب الله وعلى سنة رسوله عليه الصلاة والسلام، قال جل وعلا في كتابه الكريم: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا [النساء:59]
Segala apa yang dikatakan dan diyakini oleh orang-orang, yang mereka pegang teguh, dan mereka jadikan sandaran dalam urusan dalam kondisi damai maupun dalam kondisi perang, serta seluruh perkara mereka, haruslah dibandingkan dengan Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya Shallallahu’alaihi Wasallam. Allah Ta’ala berfirman dalam Kitab-Nya yang mulia (yang artinya) : “Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul, dan ulil amri di antara kalian. Kemudian jika kalian berselisih pendapat tentang sesuatu, kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (Sunnah) jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir. Yang demikian itu lebih utama (bagi kalian) dan lebih baik akibatnya” (QS. An-Nisa: 59).
يعني أحسن عاقبة، هذا هو الطريق وهذا هو السبيل، فالرد إلى كتاب الله هو الرد إلى القرآن الكريم، والرد إلى الرسول هو الرد إليه في حياته عليه الصلاة والسلام وإلى سنته الصحيحة بعد وفاته عليه الصلاة والسلام
Maksudnya adalah bahwa hasil yang terbaik akan diperoleh dengan jalan ini. Mengembalikan kepada Kitabullah adalah mengembalikan kepada Al-Qur’an, dan mengembalikan kepada Rasul adalah mengembalikan kepada beliau ketika masih hidup, serta kepada Sunnahnya yang shahih setelah beliau wafat.






Leave a comment