Dianjurkan tidak berdiri sebelum imam berdiri setelah selesai shalat. Dalam hadits dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu beliau berkata:
صَلَّى بِنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ ، فَلَمَّا قَضَى الصَّلَاةَ أَقْبَلَ عَلَيْنَا بِوَجْهِهِ فَقَالَ : (أَيُّهَا النَّاسُ ، إِنِّي إِمَامُكُمْ ، فَلَا تَسْبِقُونِي بِالرُّكُوعِ ، وَلَا بِالسُّجُودِ ، وَلَا بِالْقِيَامِ ، وَلَا بِالِانْصِرَافِ ، فَإِنِّي أَرَاكُمْ أَمَامِي وَمِنْ خَلْفِي
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pernah shalat bersama kami pada suatu hari. Setelah beliau selesai shalat, beliau menghadap kepada kami dengan wajahnya lalu bersabda:
“Wahai manusia, sesungguhnya aku adalah imam kalian. Maka janganlah kalian mendahuluiku dalam rukuk, sujud, berdiri, dan dalam berpaling (selesai shalat). Sesungguhnya aku melihat kalian yang berada di depanku maupun di belakangku.” (HR. Muslim no.426).
Ibnu Qudamah rahimahullah mengatakan:
ويستحب للمأمومين أن لا يثبوا قبل الإمام , لئلا يذكر سهوا فيسجد
“Dianjurkan untuk tidak beranjak sebelum imam beranjak. Karena bisa jadi imam melakukan sujud sahwi karena terlupa sesuatu” (Al Mughni, 1/328).
Walaupun demikian, beranjak duluan sebelum imam tidaklah haram. Imam Asy Syafi’i rahimahullah berkata:
وللمأموم أن ينصرف إذا قضى الإمام السلام قبل قيام الإمام ، وأن يؤخر ذلك حتى ينصرف بعد انصراف الإمام ، أو معه أحب إلي له
“Boleh bagi makmum untuk beranjak duluan sebelum imam jika Imam sudah salam. Boleh juga setelah imam beranjak. Namun lebih aku sukai jika makmum beranjak bersamaan dengan imam” (Al Umm, 1/151).
Wallahu a’lam.
Fawaid Kangaswad | Umroh Bersama Kami: https://bit.ly/fawaid-umroh






Leave a comment