Makna Al-Wasilah

Allah Ta’ala berfirman:

أُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَىٰ رَبِّهِمُ ٱلْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُۥ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُۥٓ ۚ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُورًا

“Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari al-wasilah kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti” (QS. Al Isra’ : 57).

Makna “wasilah” dalam ayat ini adalah: ibadah. Kita diperintahkan untuk berusaha memperbanyak amal ibadah dan ketaatan yang sesuai dengan tuntunan syariat untuk mendekatkan diri kepada Allah.

“Wasilah” dalam ayat ini bukanlah makhluk yang dianggap bisa mengantarkan doa dan menyampaikan hajat kepada Allah.

Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah menjelaskan:

والوسيلة معناها: الطاعة والقُرب، فهي في اللغة: الشيء الذي يُوصِل إلى المقصود، فالذي يُوصِل إلى رِضا الله وجنَّته هو الوسيلة إلى الله، فهذه هي الوسيلة المشروعة في قوله تعالى: ﴿وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ﴾ [المائدة: 35].

“Makna wasilah dalam ayat ini adalah amalan ketaatan dan ibadah. Secara bahasa, wasilah artinya sesuatu yang dapat mengantarkan kepada tujuan. Maka sesuatu yang dapat mengantarkan seseorang kepada keridhaan Allah dan surga-Nya itu adalah wasilah menuju Allah. Inilah wasīlah yang disyariatkan dalam firman Allah Ta‘ala (yang artinya) : “Dan carilah wasilah (ibadah) yang dapat mendekatkan diri kepada-Nya.” (QS. Al-Ma’idah: 35).

أما المخرفون المنحرفون فيقولون: الوسيلة: أن تجعل بينك وبين الله واسطةً من الأولياء والصالحين والأموات، تجعلهم واسطةً بينك وبين الله ليُقرِّبوك إلى الله ﴿مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى﴾ [الزمر: 3]، فمعنى الوسيلة عند هؤلاء المنحرفين: أن تجعل بينك وبين الله واسطةً تعرِف الله بك، وتنقل له حاجاتك وتخبره عنك، كأن الله -جل وعلا- لا يعلم، أو كأن الله -جل وعلا- بخيلٌ لا يعطي إلا بعدما يُبلَّغ عليه بالوسائط -تعالى الله عما يقولون-.

Adapun orang-orang yang menyimpang berkata bahwa wasilah dalam ayat ini adalah menjadikan antara dirimu dan Allah suatu perantara dari kalangan para wali, orang shalih, atau orang-orang yang sudah mati. Yaitu menjadikan mereka sebagai perantara antara dirimu dan Allah, agar mereka mendekatkanmu kepada Allah, sebagaimana firman-Nya (yang artinya) : “Kami tidak menyembah mereka melainkan agar mereka mendekatkan kami kepada Allah sedekat-dekatnya.” (QS. Az-Zumar: 3)

Maka makna wasilah menurut orang-orang yang menyimpang ini adalah menjadikan antara dirimu dan Allah perantara yang mengenalkanmu kepada Allah, menyampaikan kebutuhanmu kepada-Nya, dan memberitahukan keadaanmu kepada-Nya seolah-olah Allah tidak mengetahui, atau seolah-olah Allah pelit dan tidak memberi kecuali setelah disampaikan melalui sang perantara. Maha tinggi Allah dari apa yang mereka katakan tersebut!”

(Silsilah Syarhur Rasail, hal.352).

Fawaid Kangaswad | Umroh Bersama Kami : bit.ly/fawaid-umroh

Tanah Suci Lowong Pasca Ramadhan, Yok Kita Umroh!

Kondisi tanah suci Makkah dan Madinah setelah bulan Ramadhan biasanya sangat lowong. Tidak terlalu padat. Sehingga sangat nyaman sekali untuk melakukan ibadah umroh. Ayo umroh bersama Batik Travel di bulan Syawal! 28 juta rupiah sudah plus jalan-jalan di Kuala Lumpur Malaysia. Dibimbing oleh Ustadz Yulian Purnama –hafizhahullah

Paket 11 Hari, berangkat: 30 Maret 2026

📲 Tanya-tanya dulu juga boleh! 

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Fawaid Kangaswad adalah platform dakwah sunnah melalui website fawaidkangaswad.id dan beberapa kanal di media sosial seperti whatsapp, telegram, instagram dan twitter.

Fawaid Kangaswad juga mengelola Ma’had Fawaid Kangaswad, yaitu program belajar Islam berbasis kitab kuning karya para ulama Ahlussunnah, melalui media grup Whatsapp.

Fawaid Kangaswad juga menyebarkan buku-buku serta e-book bermanfaat secara gratis.

Dukung operasional kami melalui:

https://trakteer.id/kangaswad
(transfer bank, QRIS, OVO, Gopay, ShopeePay, Dana, LinkAja, dll)

Atau melalui:

Bank Mandiri 1370023156371 a/n Yulian Purnama

Semoga menjadi pahala jariyah.

Trending