Syaikh Shadiq Ibnul Haaj dalam kitab “Al-Iidhahul Mubin li Kasyfi Hiyalis Saharah wal-Musya’wadzin” menyebutkan,

“Sihir takhayyul adalah seorang penyihir mengandalkan kekuatan yang mengendalikan khayalan orang, sehingga ia melakukan berbagai macam cara untuk menimbulkan suatu khayalan dan gambaran dalam benak seseorang sesuai dengan keinginan si penyihir. Kemudian khayalan tersebut seolah-olah bisa diindera secara fisik karena kuatnya pengendalian khayalan tersebut. Sehingga orang yang disihir merasa itu terjadi secara nyata, padahal tidak ada apa-apa (Muqaddimah Ibnu Khaldun, hal. 498)

Sihir jenis ini memanfaatkan dua unsur yang penting untuk menghasilkan khayalan pada pikiran target, sesuai dengan apa yang diinginkan oleh si penyihir. Sehingga si penyihir dapat membuat si target seolah benar-benar melihat objek khayalan tersebut.

Dua unsur tersebut adalah:

  1. Memanipulasi pandangan
  2. Memasukan rasa takut pada hati

Oleh karena itu, Allah tabaraka wa ta’ala berfirman tentang para tukang sihir Fir’aun:

قَالَ اَلْقُوْاۚ فَلَمَّآ اَلْقَوْا سَحَرُوْٓا اَعْيُنَ النَّاسِ وَاسْتَرْهَبُوْهُمْ وَجَاۤءُوْ بِسِحْرٍ عَظِيْمٍ

“Dia (Musa) menjawab, “Lemparkanlah (lebih dahulu)!” Maka setelah mereka melemparkan, mereka MENYIHIR MATA orang banyak dan MENJADIKAN ORANG-ORANG ITU TAKUT, karena mereka memperlihatkan sihir yang menakjubkan” (QS. Al A’raf: 116).

Perkataan “menyihir mata banyak orang” maksudnya adalah mereka mengubah pandangan orang-orang sehingga tidak melihat dengan benar karena manipulasi dan khayalan yang mereka buat. Serta mereka mencuri pandangan orang-orang. Kemudian perkataan “menjadikan orang-orang itu takut”, maksudnya para penyihir memasukkan rasa takut pada hati orang-orang tersebut, berupa rasa takut yang sangat besar.

Kamuflase yang cerdas, pengalihan pandangan, dengan dibarengi rasa takut yang dimasukkan dalam hati, ini akan menghasilkan suatu khayalan di dalam pikiran. Sehingga akhirnya pikiran orang-orang tersebut di bawah kendali tukang sihir. Tukang sihir bisa membuat mereka melihat apa yang diinginkan untuk terlihat dan mengkhayalkan apa yang diinginkan. Oleh karena itu Allah ta’ala berfirman:

يُخَيَّلُ إِلَيْهِ مِن سِحْرِهِمْ أَنَّهَا تَسْعَىٰ

“Seketika itu tali dan tongkat mereka DIKHAYALKAN dengan sihir mereka seolah-olah benda-benda tersebut bergerak-gerak” (QS. Thaha: 66).

Ayat ini menunjukkan bahwa terbentuknya khayalan pada peristiwa tersebut itu terjadi dengan metode sihir.

Namun ketika Nabi Musa melemparkan tongkatnya, Allah Ta’ala mengubah material dari tongkat tersebut, dengan kuasa-Nya. Sehingga tongkat yang awalnya dari kayu pohon, Allah jadikan ia menjadi ular yang betulan. Karena Rabb Pencipta Segala Sesuatu maha mampu melakukannya.

Ketika para tukang sihir Fir’aun melihat kejadian itu, mereka pun langsung bersujud kepada Allah ta’ala. Karena mereka tahu bahwa berubahnya tongkat Nabi Musa menjadi ular itu bukan khayalan.

Karena para tukang sihir tidak terpengaruh oleh sihir mereka sendiri (mereka tahu bahwa tongkat mereka yang dikhayalkan menjadi ular, tetaplah tongkat biasa). Namun mereka melihat tongkat Nabi Musa berubah menjadi ular betulan dengan mata kepala mereka sendiri.

Sehingga mereka mengetahui bahwa ini adalah perkara yang luar biasa lalu mereka pun segera bersujud kepada Allah. Dan mereka mengatakan: “Kami beriman kepada Rabb-nya Harun dan Musa”. Oleh karena itu disebutkan di dalam Al Qur’an bahwa ketika itu yang bersujud hanyalah para tukang sihir orang-orang yang lain tidak demikian. Allah Ta’ala berfirman:

فَأُلْقِىَ ٱلسَّحَرَةُ سُجَّدًا قَالُوٓا۟ ءَامَنَّا بِرَبِّ هَٰرُونَ وَمُوسَىٰ

“Lalu tukang-tukang sihir itu tersungkur dengan bersujud, seraya berkata: “Kami beriman kepada Rabb-nya Harun dan Musa”” (QS. Al A’raf: 70).

(Al-Iidhahul Mubin, li Kasyfi Hiyalis Saharah wal-Musya’wadzin, hal. 9 – 11).

Di antara ibrah dari kisah ini adalah bahwa makar dan tipu daya orang-orang kafir musuh-musuh dakwah itu sangat lemah, di hadapan kuasa Allah ‘azza wa jalla. Maka tetaplah tegar dan bersabar menghadapi makar dan tipu daya, yakinlah Allah Yang Maha Kuasa akan memberikan pertolongan dengan kuasa-Nya.

Wallahu a’lam.

Umroh Keluarga Bahagia Di Awal Ramadhan Bersama Ustadz Yulian Purnama

Program “Umroh Keluarga Bahagia” adalah program umroh yang dirancang untuk jamaah yang berumrah bersama keluarga beserta anak-anaknya. Kami siapkan acara-acara menarik selama perjalanan di tanah suci.Hotel sangat dekat dengan Masjid al-Haram dan Masjid Nabawi, free kereta cepat Madinah-Makkah, bersama Batik Travel di bulan Februari 2026. Dibimbing oleh Ustadz Yulian Purnama –hafizhahullah

Paket 9 Hari, berangkat: 16 Februari 2026

📲 Tanya-tanya dulu juga boleh! 

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Fawaid Kangaswad adalah platform dakwah sunnah melalui website fawaidkangaswad.id dan beberapa kanal di media sosial seperti whatsapp, telegram, instagram dan twitter.

Fawaid Kangaswad juga mengelola Ma’had Fawaid Kangaswad, yaitu program belajar Islam berbasis kitab kuning karya para ulama Ahlussunnah, melalui media grup Whatsapp.

Fawaid Kangaswad juga menyebarkan buku-buku serta e-book bermanfaat secara gratis.

Dukung operasional kami melalui:

https://trakteer.id/kangaswad
(transfer bank, QRIS, OVO, Gopay, ShopeePay, Dana, LinkAja, dll)

Atau melalui:

Bank Mandiri 1370023156371 a/n Yulian Purnama

Semoga menjadi pahala jariyah.

Trending