Ashabiyah adalah membela orang yang satu golongan tanpa peduli ia benar atau salah.

Disebutkan dalam Lisanul ‘Arab:

والعَصَبِيَّةُ : أَن يَدْعُوَ الرجلَ إِلى نُصْرةِ عَصَبَتِه ، والتَّأَلُّبِ معهم ، على من يُناوِيهم ، ظالمين كانوا أَو مظلومين

“Ashabiyah adalah ketika seseorang menyeru orang lain untuk membela kelompoknya, serta bergabung bersama mereka melawan pihak yang memusuhi kelompok tersebut, tanpa peduli kelompoknya itu berada di pihak yang zalim ataukah yang dizalimi”.

Sebagaimana dalam hadits dari Watsilah bin Al Asqa’, ia mengatakan:

سألْتُ رسولَ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ، فقلْتُ: يا رسولَ اللهِ، أَمِنَ العصَبيَّةِ أنْ يُحِبَّ الرَّجُلُ قَومَه؟ قال: لا، ولكنْ مِنَ العصَبيَّةِ أنْ يَنصُرَ الرَّجُلُ قَومَه على الظُّلْمِ

“Aku bertanya kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam: “wahai Rasulullah apakah termasuk ashabiyyah (fanatik golongan) jika seseorang mencintai kaumnya?”. Nabi menjawab: “Tidak demikian, namun ashabiyyah itu kalau dia membela kaumnya di atas kezaliman”” (HR. Ahmad no.16989, dihasankan Syu’aib Al Arnauth dalam Takhrij Al Musnad).

Ashabiyah adalah perbuatan tercela dan termasuk kelakukan orang-orang jahiliyah. Dari Jundub bin Abdillah radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

من قُتِلَ تحتَ رايةٍ عميّةٍ ، يدعو عصبيّةً ، أو ينصُر عصبيّةً ، فقتلةٌ جاهلية

“Barangsiapa yang mati di bawah bendera fanatik buta, ia mengajak pada (ashabiyyah) fanatik golongan, atau membantu untuk berfanatik golongan, maka ia mati secara Jahiliyyah” (HR. Muslim no. 1850).

Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu’anhu, ia berkata:

– كنا في غزاة – قال سفيان مرة : في جيش – فكسع رجل من المهاجرين رجلا من الأنصار ، فقال الأنصاري : يا للأنصار ، وقال المهاجري : يا للمهاجرين ، فسمع ذاك رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال : (ما بال دعوى جاهلية ) . قالوا : يا رسول الله ، كسع رجل من المهاجرين رجلا من الأنصار ، فقال : (دعوها فإنها منتنة)

“Suatu ketika di Gaza, (sebuah pasukan) ada seorang dari suku Muhajirin mendorong seorang lelaki dari suku Anshar. Orang Anshar tadi pun berteriak: ‘Wahai orang Anshar (ayo berpihak padaku).’ Orang muhajirin tersebut pun berteriak: ‘Wahai orang muhajirin (ayo berpihak padaku)’. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mendengar kejadian tersebut, beliau bersabda: ‘Pada diri kalian masih terdapat seruan-seruan Jahiliyyah.’ Mereka berkata: ‘Wahai Rasulullah, seorang muhajirin telah mendorong seorang dari suku Anshar.’ Beliau bersabda: ‘Tinggalkan sikap yang demikian karena yang demikian adalah perbuatan busuk.’” (HR. Al Bukhari no.4905).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

(إنَّ اللهَ عزَّ وجَلَّ قد أذهَبَ عنكم عُبِّيَّةَ الجاهِليَّةِ، وفَخْرَها بالآباءِ؛ مُؤمِنٌ تَقِيٌّ، وفاجِرٌ شَقِيٌّ

“Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla telah menghilangkan dari kalian kesombongan dan fanatisme Jahiliyah serta kebanggaan terhadap nenek moyang. Manusia itu hanya dua: seorang mukmin yang bertakwa, dan seorang fajir yang celaka” (HR. Abu Daud no.5116, at-Tirmidzi no.3956, dihasankan oleh Al Albani dalam Shahih Abu Daud).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan:

وأمَّا التَّعَصُّبُ لأمرٍ من الأمورِ بلا هُدًى من اللهِ، فهو من عَمَلِ الجاهِليَّةِ

“Adapun ta’ashub terhadap sesuatu tanpa pertunjuk dari Allah, maka ini adalah amalan jahiliyah” (Majmu’ al-Fatawa, 11/28).

Ta’ashub juga adalah perangkap setan untuk menjauhkan manusia dari kebenaran. Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan:

ومِن كَيدِه أي: الشَّيطانِ: أمْرُهم بلُزومِ زِيٍّ واحدٍ، ولِبسةٍ واحِدةٍ، وهَيئةٍ ومِشيةٍ مُعَيَّنةٍ، وشَيخٍ مُعَيَّنٍ، وطريقةٍ مُختَرَعةٍ، ويَفرِضُ عليهم لُزومَ ذلك بحيثُ يَلزَمونَه كلُزومِ الفرائِضِ، فلا يَخرُجون عنه، ويَقدَحون فيمَن خَرَج عنه ويَذُمُّونهـ

“Termasuk tipu daya setan, yaitu ia memerintahkan manusia untuk berpegang pada satu model penampilan, satu jenis pakaian, satu bentuk gaya berjalan tertentu, satu sosok guru tertentu, serta satu tarekat tertentu yang diada-adakan tanpa dalil. Setan membisikkan mereka untuk terus berpegang pada semua itu sedemikian rupa, hingga mereka menaatinya seperti ketaatan kepada kewajiban-kewajiban syariat. Mereka tidak berani keluar darinya, dan mereka mencela serta mencacat siapa pun yang keluar darinya” (Ighatsatul Lahafan, 1/125).

Dan di antara ciri Ahlussunnah adalah tidak ta’ashub kepada jama’ah, organisasi, partai, yayasan, atau person tertentu, kecuali ta’ashub kepada kebenaran. Abu Bakar bin ‘Ayyasy rahimahullah mengatakan:

السُّنِّيُّ: هو الذي إذا ذُكِرَت الأهواءُ لم يتعَصَّبْ لشَيءٍ منها

“Seorang sunni (Ahlussunnah) adalah orang-orang yang jika disebutkan tentang al-ahwa’ (kebid’ahan), maka mereka tidak ta’ashub kepada satu pun daripadanya” (Syarah Ushul I’tiqad Al Lalika’i, 1/72).

Orang yang ta’ashub maka ia akan dijauhkan dari kebenaran, diharamkan dari taufik Allah, sulit menerima nasehat, tidak bisa melihat kebenaran, mudah untuk menolak dalil, dan disimpangkan sejauh-jauhnya dari jalan yang lurus. Na’udzubillah minal khudzlan.

Asy Syaukani rahimahullah mengatakan:

المُتعَصِّبُ وإن كان بصَرُه صحيحًا فبصيرتُه عَمياءُ، وأذُنُه عن سماعِ الحَقِّ صَمَّاءُ، يدفَعُ الحَقَّ وهو يظُنُّ أنَّه ما دفع غيرَ الباطِلِ، ويحسَبُ أنَّ ما نشَأ عليه هو الحَقُّ؛ غَفلةً منه وجَهلًا بما أوجَبه اللهُ عليه من النَّظَرِ الصَّحيحِ

“Orang yang ta’ashub, meskipun penglihatannya sehat, namun mata batinnya buta. Telinganya tuli dari mendengar kebenaran. Ia menolak kebenaran sambil mengira bahwa yang ia tolak hanyalah kebatilan. Dan ia menyangka bahwa apa yang ia telah yakini dan biasakan sejak awal itulah kebenaran, karena kelalaiannya dan kebodohannya terhadap kewajiban yang Allah bebankan kepadanya berupa kejernihan hati untuk melihat kebenaran” (Fathul Qadir, 2/277).

Semoga Allah Ta’ala memberi taufik.

Fawaid Kangaswad | Support Ma’had Online: trakteer.com/kangaswad

Tanah Suci Lowong Pasca Ramadhan, Yok Kita Umroh!

Kondisi tanah suci Makkah dan Madinah setelah bulan Ramadhan biasanya sangat lowong. Tidak terlalu padat. Sehingga sangat nyaman sekali untuk melakukan ibadah umroh. Ayo umroh bersama Batik Travel di bulan Syawal! 28 juta rupiah sudah plus jalan-jalan di Kuala Lumpur Malaysia. Dibimbing oleh Ustadz Yulian Purnama –hafizhahullah

Paket 11 Hari, berangkat: 30 Maret 2026

📲 Tanya-tanya dulu juga boleh! 

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Fawaid Kangaswad adalah platform dakwah sunnah melalui website fawaidkangaswad.id dan beberapa kanal di media sosial seperti whatsapp, telegram, instagram dan twitter.

Fawaid Kangaswad juga mengelola Ma’had Fawaid Kangaswad, yaitu program belajar Islam berbasis kitab kuning karya para ulama Ahlussunnah, melalui media grup Whatsapp.

Fawaid Kangaswad juga menyebarkan buku-buku serta e-book bermanfaat secara gratis.

Dukung operasional kami melalui:

https://trakteer.id/kangaswad
(transfer bank, QRIS, OVO, Gopay, ShopeePay, Dana, LinkAja, dll)

Atau melalui:

Bank Mandiri 1370023156371 a/n Yulian Purnama

Semoga menjadi pahala jariyah.

Trending