Dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu:
أنَّ النبيَّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ كانَ لا يَرُدُّ الطِّيبَ
“Bahwa Nabi Shallallahu’alaihi wasallam tidak pernah menolak pemberian minyak wangi.” (HR. Al-Bukhari no. 2582).
Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan:
لما كانت الرائحة الطيبة غذاء الروح، والروح مطية القوى، والقوى تزداد بالطيب، وهو ينفع الدماغ والقلب، وسائر الأعضاء الباطنية، ويفرح القلب، ويسر النفس، ويبسط الروح، وهو أصدق شيء للروح، وأشد ملاءمة لها، وبينه وبين الروح الطيبة نسبة قريبة، كان أحد المحبوبين من الدنيا إلى أطيب الطيبين صلوات الله عليه وسلامه
“Karena wewangian yang harum itu merupakan makanan bagi ruh, dan ruh adalah modal bagi kekuatan badan. Dan kekuatan badan itu akan bertambah dengan wewangian. Wewangian itu bermanfaat bagi otak, hati, dan seluruh organ dalam, menyenangkan hati, membahagiakan jiwa, melapangkan ruh. Ia adalah sesuatu yang paling sesuai dengan ruh dan paling cocok dengannya. Dan antara wewangian yang baik dengan ruh yang baik terdapat hubungan yang erat. Maka tidaklah mengherankan jika ia menjadi salah satu hal dunia yang paling dicintai oleh sebaik-baik manusia, yaitu Rasulullah, semoga shalawat dan salam Allah tercurah kepadanya” (Zaadul Ma’aad, 4/256).
Fawaid Kangaswad | Support Ma’had Kangaswad : trakteer.com/kangaswad





Leave a comment