Dalam akad sewa-menyewa barang atau sewa jasa orang, uang sewa atau upah jasa harus jelas di awal. Ulama sepakat akan hal ini.
Ibnul Munzir rahimahullah mengatakan:
أَجمَعَ كلُّ مَن نَحفَظُ عنه مِن أهْلِ العِلمِ على إجازةِ أن يَكْتريَ الرَّجُلُ مِن الرَّجُلِ دارًا مَعْلومةً قد عَرَفَها، وَقْتًا مَعْلومًا، بأجْرٍ مَعْلومٍ
“Seluruh ulama yang kami ketahui sepakat bahwa bolehnya seseorang menyewa rumah dari orang lain dengan objek rumah yang sudah spesifik, untuk tempo yang jelas, dan upah yang jelas.” (al-Ishraf, 6/286).
Ibnu Qudamah rahimahullah mengatakan:
يُشتَرَطُ في عِوَضِ الإجارةِ كَوْنُه مَعْلومًا. لا نَعلَمُ في ذلك خِلافًا
“Disyaratkan dalam akad ijarah, uang sewanya harus jelas. Tidak kami ketahui adanya khilaf dalam masalah ini” (al-Mughni, 5/327).
Wallahu a’lam.





Leave a comment