Pertanyaan:
Terdapat hadits dari Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

من رآني في منامه؛ فقد رآني حقًا؛ فإنَّ الشيطان لا يتمثل بي

Siapa saja yang melihatku di mimpinya, ia telah benar-benar melihatku. Karena syaithan tidak bisa menyerupai diriku
Sebagian orang mengaku-ngaku bahwa ia didatangi Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dalam mimpinya. Lalu ia mengaku diajari sebuah wirid oleh Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, dan wirid tersebut ia ajarkan kepada orang-orang. Berulang kali ia lakukan hal tersebut. Hal ini tentu menafikan ayat yang mulia:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِينًا

Pada hari ini telah Ku sempurnakan agama Islam bagi kalian, dan Ku sempurnakan nikmat Islam bagi kalian, dan Aku ridha Islam menjadi agama kalian” (QS. Al Ma’idah: 3)
Bagaimana sikap kita? Kita harus percaya atau tidak?

Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan menjawab:
Bertemu Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dalam mimpi itu memang mungkin. Hadits tentang hal ini adalah hadits yang shahih. Namun hal ini tentu saja hanya dapat dilakukan oleh orang yang mengenal bentuk fisik beliau Shallallahu’alaihi Wasallam.

Syaithan tidak bisa menyerupai bentuk fisik dan kepribadian Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, sehingga orang yang memang betul-betul mengenal bentuk fisik Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dan dapat mengetahui perbedaan ciri beliau dengan orang lain, orang ini bisa saja bertemu beliau di dalam mimpi.

Sedangkan orang yang tidak pernah mengenal bentuk fisik Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dan tidak mengetahui perbedaan ciri pribadi beliau yang mulia dengan orang lain, terkadang syaithan lah yang mendatanginya lalu mengaku sebagai Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Lalu syaithan tersebut pun membuatnya tersesat dari ajaran agama. Oleh karena itu, permasalahan ini tidak dapat digeneralisir.

Kemudian masalah yang kedua, yaitu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mengajarkan wirid kepada orang yang bermimpi tersebut, sebagaimana diketahui oleh penanya, ini perkara batil. Penambahan ajaran syariat telah selesai dengan wafatnya Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Berdasarkan firman Allah Ta’ala:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِينًا

Pada hari ini telah Ku sempurnakan agama Islam bagi kalian, dan Ku sempurnakan nikmat Islam bagi kalian, dan Aku ridha Islam menjadi agama kalian” (QS. Al Ma’idah: 3)

Tidak ada ajaran agama yang datang setelah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam wafat, tidak ada penambahan pada ajaran Islam yang telah ada sebelum beliau wafat. Baik berupa wirid maupun yang lainnya. Waspadalah terhadap keyakinan seperti ini!

(Diterjemahkan oleh Yulian Purnama dari Muntaqa Fatawa Shalih Fauzan Al Fauzan, Jilid 1, fatwa no.36)

Tanah Suci Lowong Pasca Ramadhan, Yok Kita Umroh!

Kondisi tanah suci Makkah dan Madinah setelah bulan Ramadhan biasanya sangat lowong. Tidak terlalu padat. Sehingga sangat nyaman sekali untuk melakukan ibadah umroh. Ayo umroh bersama Batik Travel di bulan Syawal! 28 juta rupiah sudah plus jalan-jalan di Kuala Lumpur Malaysia. Dibimbing oleh Ustadz Yulian Purnama –hafizhahullah

Paket 11 Hari, berangkat: 30 Maret 2026

📲 Tanya-tanya dulu juga boleh! 

8 responses to “Mimpi Bertemu Nabi”

  1. Subhanallah… Artikel yang baik sekali Kang. Salam ta’aruf…
    izin pasang link-nya ya Kang…
    http://yusupesuy.wordpress.com/

  2. bagaimana resep mengembalikan saudara yang terkena doktrin aliran sesat ?

    1. 1. Ajaklah berdiskusi dengan argumen yang ilmiah, tentunya anda perlu mendalami Islam dengan baik
      2. Jika blm mampu, bisa meminta bantuan teman atau ustadz yang ilmu agamanya dipercaya
      3. Minimal, dapat mengusahakan dengan memberi majalah, buku, rekaman ceramah yang menjelaskan ajaran Islam yang benar
      4. Cegah semua media yang menghubungkan dia dengan teman-teman aliran sesatnya
      5. Jangan lupa berdoa kepada Allah, innaka laa tahdi man ahbabta innallah yahdii man yas-yaa, anda tidak bisa memberi hidayah (taufik) kepada orang yang engkau inginkan, Allah yang menentukan siapa yang akan mendapat hidayah.
      Wallahu’alam

  3. assalamu ‘alaikum,
    idzin nyontek artikelnya akang nya.., hatur nuhun sateu’acana,
    syukran wa jazakallahu khaira

    1. Sumangga, urang bantul tiasa nyarios sunda euy…

  4. […] Kangaswad.wordpress.com dan dipublikasikan ulang oleh: […]

  5. […] : kangaswad.wordpress.com Share this:TwitterFacebookLike this:SukaBe the first to like this post. Tags: fatwa, islami, sufi […]

Leave a reply to Kang Aswad Cancel reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Fawaid Kangaswad adalah platform dakwah sunnah melalui website fawaidkangaswad.id dan beberapa kanal di media sosial seperti whatsapp, telegram, instagram dan twitter.

Fawaid Kangaswad juga mengelola Ma’had Fawaid Kangaswad, yaitu program belajar Islam berbasis kitab kuning karya para ulama Ahlussunnah, melalui media grup Whatsapp.

Fawaid Kangaswad juga menyebarkan buku-buku serta e-book bermanfaat secara gratis.

Dukung operasional kami melalui:

https://trakteer.id/kangaswad
(transfer bank, QRIS, OVO, Gopay, ShopeePay, Dana, LinkAja, dll)

Atau melalui:

Bank Mandiri 1370023156371 a/n Yulian Purnama

Semoga menjadi pahala jariyah.

Trending