وأما القراءة بالألحان فقد قال الشافعي رحمه الله في موضع أكرهها قال أصحابنا ليست على قولين بل فيه تفصيل إن أفرط في التمطيط فجاوز الحد فهو الذي كرهه وإن لم يجاوز فهو الذي لم يكرهه وقال أقضى القضاة الماوردي في كتابه الحاوي القراءة بالألحان الموضوعة إن أخرجت لفظ القرآن عن صيغته بإدخال حركات فيه أو إخراج حركات منه أو قصر ممدود أو مد مقصور أو تمطيط يخفي به بعض اللفظ ويتلبس المعنى فهو حرام يفسق به القارئ

Imam Abu Zakaria Yahya bin Syaraf An Nawawi –rahimahullah– berkata:
“Adapun membaca Al Qur’an dengan lahn*, Imam Asy Syafi’i berpendapat hukumnya makruh.

Namun para ulama Syafi’iyyah berkata: ‘Tentang masalah ini bukanlah ada dua pendapat, melainkan dirinci. Bila seseorang membaca Al Qur’an dengan berlebihan dalam mendayu-dayu hingga melewati batas, hukumnya makruh. Jika belum sampai melewati batas, tidak makruh’.

Dalam kitab Al Hawi milik Imam Al Mawardi, beliau berkata: ‘Membaca Qur’an dengan lahn yang dibuat-buat, jika sampai mengeluarkan lafadz Qur’an dari bentuknya, dengan menambahkan harakat atau mengurangi harakat, atau memendekkan yang panjang serta memanjangkan yang pendek, atau berlebihan dalam mendayu-dayu sehingga sebagian lafadz menjadi samar dan makna ayat menjadi rancu, yang seperti ini hukumnya haram, pelakunya menjadi orang fasiq karena perbuatannya itu ‘ ”.
(At Tibyan Fii Adabi Hamalatil Qur’an, 111)

*) Lahn:
اللَّحْن: من الأَصوات المصوغة الموضوع
Lahn adalah suara yang dibuat-buat agar terdengar indah” (Lisaanul-Arab)

Tanah Suci Lowong Pasca Ramadhan, Yok Kita Umroh!

Kondisi tanah suci Makkah dan Madinah setelah bulan Ramadhan biasanya sangat lowong. Tidak terlalu padat. Sehingga sangat nyaman sekali untuk melakukan ibadah umroh. Ayo umroh bersama Batik Travel di bulan Syawal! 28 juta rupiah sudah plus jalan-jalan di Kuala Lumpur Malaysia. Dibimbing oleh Ustadz Yulian Purnama –hafizhahullah

Paket 11 Hari, berangkat: 30 Maret 2026

📲 Tanya-tanya dulu juga boleh! 

8 responses to “Mendayu-Dayu Dalam Membaca Qur’an”

  1. bagaimana dengan penjelasan hadits Nabi -shalallahu ‘alaihi wa salam-
    قول النبي – صلى الله عليه وسلم-: ” ليس منا من لم يتغن بالقرآن ” رواه البخاري(7527) من حديث أبي هريرة –رضي الله عنه-

    1. Sebelum kutipan yang ana tuliskan di atas, Imam An Nawawi membahas tentang يتغن بالقرآن . Berikut ana kutipkan sedikit
      :

      قال جمهور العلماء معنى لم يتغن لم يحسن صوته وحديث البراء رضي الله عنه قال سمعت رسول الله قرأ في العشاء بالتين والزيتون فما سمعت أحدا أحسن صوتا منه رواه البخاري ومسلم قال العلماء رحمهم الله فيستحب تحسين الصوت بالقراءة وترتيبها مالم يخرج عن حد القراءة بالتمطيط فإن أفرط حتى زاد حرفا أو أخفاه فهو حرام وأما القراءة بالألحان

      Jadi jelas dari kutipan di atas, يتغن بالقرآن adalah حسن صوته (membaguskan bacaan). Atau dari fi’il يتغن mungkin bisa kita artikan dengan ‘melagukan’. Yang seperti ini dianjurkan. Namun tetap saja dibatasi tidak boleh sampai melewati batas.

      Ringkasnya, membaca dengan lahn dan membaca dengan melagukan (يتغن), itu berbeda walau kalau diterjemahkan ke bahasa Indonesia keduanya bisa diterjemahkan jadi ‘mendayu-dayu’.

  2. mas,
    lha mbok jangan pake background warna hitam
    klo dibaca, mata cepet cape.

    1. Kami pertimbangkan pak, terima kasih atas sarannya.

      1. mohon tetap background hitam, karena lebih nyaman saat membaca dan menghemat energi.

  3. Ibnu sawardani Avatar
    Ibnu sawardani

    Bismillah
    Ustadz bagaimana dengan pengertia lahn
    الخطأ والميل عن الصواب في القراءة
    “Kesalahan dalam penyimpangan dari membaca quran” (hidayatul qari I/53)
    Apakah ini berbeda dgn penjelasan yg ustadz sampaikan?
    Jazakallahu khoiro

    1. Ya, memang lahn bisa memiliki dua makna

Leave a reply to soer08 Cancel reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Fawaid Kangaswad adalah platform dakwah sunnah melalui website fawaidkangaswad.id dan beberapa kanal di media sosial seperti whatsapp, telegram, instagram dan twitter.

Fawaid Kangaswad juga mengelola Ma’had Fawaid Kangaswad, yaitu program belajar Islam berbasis kitab kuning karya para ulama Ahlussunnah, melalui media grup Whatsapp.

Fawaid Kangaswad juga menyebarkan buku-buku serta e-book bermanfaat secara gratis.

Dukung operasional kami melalui:

https://trakteer.id/kangaswad
(transfer bank, QRIS, OVO, Gopay, ShopeePay, Dana, LinkAja, dll)

Atau melalui:

Bank Mandiri 1370023156371 a/n Yulian Purnama

Semoga menjadi pahala jariyah.

Trending