Syaikh Abdullah bin Abdil Hamid al-Atsary hafizhahullah menjelaskan:
كلُّ اعتقادٍ أو قَولٍ أو فِعلٍ فيه إنكارٌ لخصائِصِ رُبوبيَّةِ اللهِ تعالى أو بَعْضِها، أو ادِّعاءُ شَيءٍ مِن هذه الخصائِصِ لغيرِ اللهِ: كُفرٌ ورِدَّةٌ، وذلك كادِّعاءِ الرُّبوبيَّةِ، كما قال فرعون: أَنَا رَبُّكُمُ الأَعْلَى [النازعات: 24] ، أو ادِّعاءُ التصَرُّفِ في الكونِ مِن دونِ اللهِ تعالى، وكذلك يَكفُرُ من يُصَدِّقُ بهذه الدَّعوى
Setiap keyakinan, ucapan, atau perbuatan yang mengandung pengingkaran sifat-sifat rububiyah yang khusus bagi Allah Ta‘ala atau sebagian darinya, atau mengklaim suatu sifat khusus tersebut bagi selain Allah, maka itu adalah kekufuran dan kemurtadan. Seperti seseorang yang mengklaim diri sebagai Tuhan, sebagaimana Fir‘aun berkata: “Akulah Tuhan kalian yang paling tinggi” (QS. An-Nazi‘at: 24), atau mengklaim memiliki kekuasaan mengatur alam semesta selain Allah Ta‘ala. Demikian pula, kafir juga orang yang membenarkan klaim tersebut.
ومن الأمثلةِ على ذلك أيضًا
الاعتقادُ بأنَّ لله تعالى شريكًا في المُلكِ والخَلقِ والرِّزقِ، والإحياءِ والإماتةِ والتَّدبيرِ
والاعتقادُ بأنَّ الأولياءَ لهم تصَرُّفٌ في الكونِ مع اللهِ تعالى
واعتقادُ تأثيرِ وتصَرُّفِ غيرِ اللهِ تعالى من الأبراجِ والكواكِبِ ومَساراتِها ومواقِعِها على حياةِ النَّاسِ
والاعتقادُ بأنَّ المخلوقَ يمكِنُه أن يَرزُقَ المخلوقَ، أو يمنَعَ عنه الرِّزقَ، أو يمكِنُه أن يَضُرَّ أو ينفَعَ مِن دونِ اللهِ تعالى
Dan contoh-contoh lainnya adalah:
- Meyakini bahwa Allah Ta‘ala memiliki sekutu (partner) dalam kekuasaan, penciptaan, pemberian rezeki, menghidupkan, mematikan, dan pengaturan alam semesta.
- Meyakini bahwa para wali memiliki kekuasaan mengatur alam selain Allah Ta‘ala.
- Meyakini adanya pengaruh dan adanya kuasa dari zodiak, bintang-bintang, serta peredaran dan posisinya terhadap kehidupan manusia.
- Meyakini bahwa makhluk dapat memberi rezeki kepada makhluk lain, atau menahan rezekinya, atau dapat memberi mudarat atau manfaat tanpa kehendak Allah Ta‘ala.
والاعتقادُ بأنَّ أحدًا دونَ اللهِ تعالى يَعلَمُ الغَيبَ
واعتقادُ حُلولِ اللهِ تعالى في خَلْقِه، أو أنَّ اللهَ في كُلِّ مكانٍ
والاعتقادُ بأنَّ الشِّفاءَ من الطَّبيبِ أو الدَّواءِ لا مِنَ اللهِ، أو اعتقادُ أنَّ التَّوفيقَ في حياةِ العَبدِ مِن ذكائِه، أو جُهدِه واجتهادِه لا مِنَ اللهِ
والاعتقادُ بأنَّ للمخلوقِ حَقًّا في سَنِّ القوانينِ وتشريعِها، والحُكمِ بها في أموالِ النَّاسِ وأعراضِهم دونَ حُكمِ اللهِ سُبحانَه
وغيرُها من الاعتقاداتِ التي تناقِضُ الإيمانَ وتُبطِلُه
- Meyakini bahwa ada selain Allah Ta‘ala yang mengetahui perkara gaib.
- Meyakini bahwa Allah Ta‘ala berinkarnasi ke dalam diri makhluk-Nya, atau bahwa Allah berada di setiap tempat.
- Meyakini bahwa kesembuhan berasal dari dokter atau obat, bukan dari Allah. Atau meyakini bahwa keberhasilan dalam kehidupan seorang hamba berasal dari kecerdasannya, usaha, dan jerih payahnya, bukan dari Allah.
- Meyakini bahwa makhluk memiliki hak untuk membuat dan menetapkan hukum serta memutuskan perkara seputar harta dan kehormatan manusia tanpa hukum Allah Subhanahu wa Ta‘ala.
Dan contoh-contoh lainnya berupa berbagai keyakinan yang bertentangan dengan iman dan bisa membatalkannya.
Sumber:
Al-Iman Haqiqatuhu Khawarimuhu Nawaqidhuhu Inda Ahlissunnah wal Jama’ah / الإيمان حقيقته، خوارمه، نواقضه عند أهل السنة والجماعة
Karya Syaikh Abdullah bin Abdil Hamid al-Atsary, halaman 285 – 286
Fawaid Kangaswad | Buku Tauhid: https://bukutauhid.com





Leave a comment