Pernah kami mengobrol ringan dengan orang awam yang sering diajak ziarah kuburan wali. Dia mengatakan, “Jika belum mampu umrah ke tanah suci, sebaiknya umrah dulu ke makam wali”. Dia meyakini ziarah ke makam wali itu bagaikan umrah, makanya rela bercapek-capek walaupun menempuh perjalanan jauh dan berhari-hari (sebagaimana umrah). Ternyata keyakinan ini memang ada di tengah quburiyun.

Dan Imam al-Birkawi (wafat 981H) rahimahullah, seorang ulama madzhab Hanafi, berkata tentang kaum quburiyyin (orang-orang yang berlebih-lebihan terhadap kuburan orang shalih) :

قد آل الأمرُ بهؤلاء الضَّالِّين المضِلِّين إلى أن شَرَعوا للقُبورِ حَجًّا، ووضعوا لها مناسِكَ، حتى صَنَّف بعضُ غُلاتِهم في ذلك كتابًا وسمَّاه “مناسِك حَجِّ المشاهِدِ” مُضاهاةً منه بالقبورِ للبَيتِ الحرامِ، ولا يخفى أنَّ هذا مفارقةٌ لدينِ الإسلام،ِ ودخولٌ في دينِ عُبَّادِ الأصنامِ… ولا رَيبَ أنَّ في ذلك من المفاسدِ ما يَعجِزُ العَبدُ عن حَصْرِه!

“Penyimpangan pada orang-orang sesat lagi menyesatkan ini telah sampai pada tingkat bahwa mereka membuat semacam ibadah haji ke kuburan. Dan mereka menetapkan manasik (rangkaian-rangkaian ibadah) untuknya. Bahkan sebagian orang yang sangat ghuluw di antara mereka menulis sebuah kitab tentang hal itu dan diberi judul ‘Manasik Haji ke Tempat-Tempat Keramat’, sebagai bentuk penyerupaan kuburan dengan Baitul Haram. Dan tidak diragukan bahwa ini merupakan penyimpangan dari agama Islam serta masuk ke dalam agama para penyembah berhala… Tidak diragukan pula bahwa dalam perbuatan tersebut terdapat berbagai kerusakan yang seorang hamba tidak mampu menghitung seluruhnya!

فمنها: تعظيمُها المُوقِعُ في الافتتانِ بها.
ومنها: تفضيلُها على أحَبِّ البقاعِ إلى اللهِ تعالى؛ فإنَّهم يَقصِدونَها مع التعظيمِ والاحترامِ والخُشوعِ ورِقَّةِ القَلْبِ، وغيرِ ذلك ممَّا لا يفعلونه في المساجدِ، ولا يحصُلُ لهم فيها نظيرُه، ولا قَريبٌ منه، وذلك يقتضي عِمارةَ المشاهدِ وخَرابَ المساجِدِ.
ومنها: اعتِقادُ أنَّ بها يُكشَفُ البلاءُ، ويُنصَرُ على الأعداءِ، ويُستنزَلُ الغَيبُ من السَّماءِ، إلى غيرِ ذلك من الرَّجاءِ.

Di antaranya:
* Mengagungkannya tempat keramat hingga menjerumuskan pada fitnah (kesyirikan).
* Mengutamakannya di atas tempat-tempat keramat tersebut melebihi tempat yang paling dicintai oleh Allah Ta‘ala (yaitu masjid). Karena mereka mendatanginya dengan penuh pengagungan, penghormatan, kekhusyukan, dan kelembutan hati, serta hal-hal lain yang tidak mereka lakukan di masjid-masjid, bahkan tidak mendapatkan yang semisal atau mendekatinya di sana. Hal ini menyebabkan makmurnya tempat-tempat kuburan keramat dan terbengkalainya masjid-masjid.
* Keyakinan bahwa dengan berdoa di sana, musibah dapat dihilangkan, musuh dapat dikalahkan, dan perkara gaib dapat diturunkan dari langit, serta berbagai bentuk harapan lainnya.

ومنها: الشِّركُ الأكبَرُ الذي يُفعَلُ عندها
ومنها: الدُّخولُ في لعنةِ اللهِ ورَسولِه باتخاذِ المساجِدِ عليها
ومنها: النَّذرُ لها ولسَدَنَتِها

* Terjadinya syirik akbar yang dilakukan di tempat-tempat tersebut.
* Termasuk dalam laknat Allah dan Rasul-Nya ketika menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah.
* Bernazar kepada kuburan dan para penjaganya.

ومنها: المخالَفةُ لله ولرَسولِه، والمناقَضةُ لِما شَرَعه في دينِه.
ومنها: إماتةُ السُّنَنِ وإحياءُ البِدَعِ.
ومنها: السَّفَرُ إليها مع التَّعَبِ الأليمِ والإثمِ العظيمِ
ومنها: إيذاءُ أصحابِها؛ فإنَّهم يتأذَّون بما يُفعَلُ عند قبورِهم ممَّا ذُكِرَ، ويكرهونه غايةَ الكراهةِ… وهم يتبرَّؤون منهم يومَ القيامةِ)

– Menyelisihi Allah dan Rasul-Nya serta bertentangan dengan apa yang telah disyariatkan dalam agama-Nya.
– Mematikan sunnah dan menghidupkan bid‘ah.
– Melakukan perjalanan jauh menuju tempat-tempat keramat tersebut dengan kelelahan yang menyakitkan, namun disertai dosa yang besar.
– Mengganggu para penghuni kubur yang disembah. Karena mereka terganggu dengan apa yang dilakukan di sisi kuburan mereka sebagaimana dalil-dalil yang telah disebutkan, dan mereka sangat membencinya. Dan pada hari kiamat, penghuni kubur yang disembah akan berlepas diri dari orang-orang tersebut.”

(Ziyarat al-Qubur asy-Syar‘iyyah wa asy-Syirkiyyah, karya al-Birkawi rahimahullah, hlm. 25–28).

Fawaid Kangaswad | Support Media Dakwah Kami: trakteer.com/kangaswad

Umroh Titanium, Jangan Tanggung-Tanggung Untuk Ibadah!

Umroh eksklusif maksimal, di hotel bintang lima yang paling dengan dengan Masjid Nabawi dan Masjid al-Haram. Jangan tanggung-tanggung jika itu untuk ibadah, karena semua berbalas pahala dari Allah Ta’ala. Kalau untuk urusan dunia sebagian orang jor-joran, mengapa untuk urusan akhirat ditahan-tahan? Yok umroh paket titanium bersama Batik Travel. Insyaallah dibimbing oleh Ustadz Yulian Purnama –hafizhahullah

Paket 9 Hari, berangkat: 13 Juli 2026

📲 Tanya-tanya dulu juga boleh! 

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Fawaid Kangaswad adalah platform dakwah sunnah melalui website fawaidkangaswad.id dan beberapa kanal di media sosial seperti whatsapp, telegram, instagram dan twitter.

Fawaid Kangaswad juga mengelola Ma’had Fawaid Kangaswad, yaitu program belajar Islam berbasis kitab kuning karya para ulama Ahlussunnah, melalui media grup Whatsapp.

Fawaid Kangaswad juga menyebarkan buku-buku serta e-book bermanfaat secara gratis.

Dukung operasional kami melalui:

https://trakteer.id/kangaswad
(transfer bank, QRIS, OVO, Gopay, ShopeePay, Dana, LinkAja, dll)

Atau melalui:

Bank Mandiri 1370023156371 a/n Yulian Purnama

Semoga menjadi pahala jariyah.

Trending