Terdapat beberapa kasus pada keluarga yang sudah mulai istiqomah menjalankan Islam. Mereka mendapati anak perempuan mereka yang berjilbab ternyata diam-diam suka melepas jilbab ketika di luar rumah.
Berikut ini langkah-langkah yang bisa dilakukan yang saya ringkas dari penjelasan para ulama dan pakar parenting:
- Bertaubat dan istighfar
Orang tua hendaknya segera bertaubat atas dosa dan maksiat yang dilakukan. Segera hentikan maksiat yang masih dijalankan. Bertaubat dengan taubatan nasuha. Kemudian memperbanyak istighfar, memohon ampunan Allah atas dosa-dosa. Karena anak perempuan yang melakukan demikian, ini bentuk musibah. Dan musibah datang karena maksiat. - Edukasi
Terus berusaha mengedukasi anak perempuan tentang wajibnya jilbab. Sampaikan dalil-dalilnya dan penjelasan para ulama. Bahwa tidak ada perbedaan pendapat di antara ulama tentang wajibnya jilbab. Sampaikans secara lisan, berikan buku, share artikel, ceramah, kajian, poster dakwah dan sarana-sarana edukasi lainnya. Terus mengedukasi anak sampai ia memahami dengan gamblang. - Beri teladan
Sang ibu wajib memberi teladan dengan menggunakan hijab yang syar’i. Sang ibu wajib meninggalkan jilbab kecil, jilbab ketat, jilbab cantik-cantik dan menggunakan jilbab dan busana yang syar’i. Sang ibu juga wajib istiqomah dan totalitas menggunakan hijab syar’i ketika ada lelaki non-mahram, walaupun di halaman rumah atau membeli sayur. Ketika ibu kurang istiqomah berjilbab, maka wajar saja jika anaknya lebih jauh dari istiqomah. Peribahasa mengatakan “guru kencing berdiri, murid kencing berlari”. - Ayah yang memimpin
Ayah harus memiliki peranan sebagai pemimpin. Mengarahkan, mendidik, mengayomi, membersamai, mengawasi dan melindungi anaknya. Jangan membiarkan dan mengizinkan anaknya melakukan penyimpangan syariat. Namun ingat, tugas ayah bukanlah memarahi atau menghukum. - Waktu bersama
Jadilah orang tua yang hadir untuk anak. Jalin waktu-waktu bersama. Bangun quality time bersama anak. Bangun komunikasi yang baik dan intens dengan anak. Sehingga anak-anak dekat dengan orang tuanya. Mereka dengan suka hati mencurahkan perasaan kepada orang tua dan siap mendengarkan nasehat dari orang tua. Jangan sampai anak lebih dekat dengan teman-temannya daripada orang tuanya. - Memuji anak
Puji sang anak jika ia istiqomah menggunakan jilbab. Puji kesalehannya. Beri apresiasi berupa hadiah atau makan di luar atas ketaatannya pada agama dan orang tua. Beri semangat dia untuk terus tegar di tengah berbagai macam godaan. - Ingat Allah dan ingat mati
Senantiasa ingatkan anak bahwa Allah Maha Melihat dan Maha Mengetahui. Allah Ta’ala mencatat semua amalan kita dan akan menghisabnya di hari akhir. Ingatkan bahwa kelak kita akan berakhir jika tidak di surga maka di neraka. Bahwa kita akan meninggalkan dunia ini dan mempertanggung-jawabkan semuanya. - Kenali teman-temannya
Orang tua wajib mengetahui dengan siapa anak-anaknya berteman dekat. Siapa saja circle-nya. Siapa yang disukainya dan tidak disukainya. Apa saja aktifitas dia bersama teman-temannya. Kenalkan dengan teman-teman yang shalihah, jauhkan dari teman-teman yang buruk. Ingat, teman sangat besar sekali pengaruhnya. Shahib sahib. Teman itu akan menyeret. - Buat ia sibuk
Sibukkan anak dengan aktifitas-aktifitas yang manfaat. Rekomendasikan agar ia ikut les tahsin, les bahasa Arab, les bahasa asing, belajar agama online, setoran hafalan, online cource, belajar masak, dll. Agar anak tidak ada kesempatan untuk menganggur dan jatuh pada aktifitas yang tidak benar. - Minta tolong kepada Dzat Yang Membolak-Balik Hati
The last but not least. Banyak berdoa di waktu-waktu mustajab agar Allah menetapkan dan melembutkan hati sang anak. Agar ia diberikan taufik untuk terus istiqomah. Agar ia dilindungi dari semua pengaruh buruk dan semua bentuk keburukan.
Fawaid Kangaswad






Leave a comment