Dari Abu Qatadah radhiallahu’anhu, bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
قُمْ فأذِّن بالنَّاسِ بالصَّلاةِ
“Berdirilah wahai Bilal lalu adzanlah ke hadapan orang-orang untuk mengajak shalat” (HR. al-Bukhari no.595, Muslim no.6810).
Ar-Ruhaibani rahimahullah menjelaskan:
(فَيُكْرَهَانِ) – أَيْ: الْأَذَانُ وَالْإِقَامَةُ – (قَاعِدًا) – أَيْ: مِنْ قَاعِدٍ – (وَمَاشِيًا) أَيْ: مِنْ مَاشٍ – (لِغَيْرِ مُسَافِرٍ وَمَعْذُورٍ) لِمُخَالَفَتِهِ السُّنَّةَ، وَكَذَا رَاكِبًا وَمُضْطَجِعًا
“Adzan dan iqamah sambil duduk atau berjalan hukumnya makruh kecuali bagi musafir dan orang yang punya udzur. Karena hal tersebut menyelisihi sunnah Nabi. Demikian juga dimakruhkan adzan dan iqamah dari atas kendaraan atau sambil berbaring” (Mathalib Ulin Nuha, 1/294).
Al-Buhuti rahimahullah mengatakan:
وَلَا يُكْرَهَانِ (لِمُسَافِرٍ رَاكِبًا وَمَاشِيًا) لِأَنَّهُ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – «أَذَّنَ فِي السَّفَرِ عَلَى رَاحِلَتِهِ» رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَصَحَّحَهُ
“Tidak makruh bagi musafir melakukan adzan atau iqamah di atas hewan tunggangan atau sambil berjalan karena Nabi Shalllallahu’alaihi Wasallam pernah adzan di atas tunggangannya dalam keadaan safar. Dalam hadits riwayat at-Tirmirdzi dan dishahihkan oleh at-Tirmidzi” (Kasyful Qana’, 1/239).
Wallahu a’lam.
Fawaid Kangaswad | Umroh Titanium Di Hotel Darut Tauhid : bit.ly/fawaid-umroh





Leave a comment