Sebagian suami memiliki prinsip tidak peduli dengan keluarga istrinya, yaitu orang tua dari istri, kakak dan adik dari istri, paman dan bibi dari istri, dan seterusnya.

Sehingga sang suami enggan berkunjung ke mertuanya, enggan mengunjungi kerabat istri, enggan membantu menafkahi mertua jika miskin, tidak peduli dengan masalah-masalah keluarga istri, dan seterusnya.

Suami seperti ini menganggap bahwa itu urusan istrinya dan bukan urusan dia, tidak ada kewajiban baginya untuk memberi perhatian atau ikut membantu.

Ini adalah prinsip yang keliru!

Mengapa keliru? Alasannya kita sebutkan dalam poin-poin berikut:

1. Keluarga istri adalah kerabat, sehingga mereka punya hak silaturahmi

Mertua, adik-kakak ipar, paman dan bibi dari istri dan seterusnya termasuk kerabat suami. Ibnu Atsir menjelaskan:

صلة الرحم: وهي كناية عن الإحسان إلى الأقربين من ذوي النسب، والأصهار، والتعطف عليهم، والرفق بهم، والرعاية لأحوالهم، وكذلك إن بَعُدُوا أو أساءوا, وقطعُ الرحم ضِدُّ ذلك كله

“Silaturahim adalah istilah untuk perbuatan baik kepada karib-kerabat yang memiliki hubungan nasab, atau kerabat karena hubungan pernikahan, serta berlemah-lembut, kasih sayang kepada mereka, memperhatikan keadaan mereka. Demikian juga andai mereka menjauhkan diri atau suka mengganggu. Dan memutus silaturahim adalah kebalikan dari hal itu semua” (An Nihayah fi Gharibil Hadits, 5/191-192, dinukil dari Shilatul Arham, 5).

Dan menyambung silaturahmi kepada mereka itu wajib.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليكرم ضيفه، ومن كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليصل رحمه، ومن كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيراً أو ليصمت

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka muliakanlah tamunya. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka sambunglah tali silaturahim. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka katakanlah yang baik atau diam” (HR. Bukhari).

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda:

لا يدخلُ الجنةَ قاطعُ رحمٍ

“Tidak masuk surga orang yang memutus silaturahmi” (HR. Bukhari – Muslim).

Maka wajib bagi suami untuk menyambung silaturahmi kepada mertua, kepada adik-kakak istri, kepada paman-bibi istri sesuai dengan kemampuannya.

2. Wajib membantu sesama Muslim, apalagi kerabat

Allah ta’ala berfirman:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

“Saling tolong menolonglah dalam kebaikan dan ketaqwaan dan janganlah saling tolong menolong dalam dosa dan pelanggaran” (QS. Al Maidah: 2).

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

وَاللَّهُ في عَوْنِ العَبْدِ ما كانَ العَبْدُ في عَوْنِ أَخِيهِ

“Allah akan senantiasa menolong seorang hamba selama sang hamba senantiasa menolong saudaranya”(HR. Muslim).

Kepada sesama Muslim kita diperintahkan untuk saling tolong-menolong, apalagi kepada karib kerabat? Hak kerabat lebih besar daripada orang yang bukan kerabat.

Allah ta’ala berfirman:

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri” (QS. An Nisa: 36).

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

ابْدَأْ بنَفْسِكَ فَتَصَدَّقْ عَلَيْهَا، فإنْ فَضَلَ شيءٌ فَلأَهْلِكَ، فإنْ فَضَلَ عن أَهْلِكَ شيءٌ فَلِذِي قَرَابَتِكَ

“Mulailah dari dirimu sendiri, nafkahi dirimu sendiri. Jika ada lebihnya, maka nafkahi keluargamu. Jika masih ada lebihnya, maka nafkahi karib kerabatmu” (HR Muslim).

Maka aneh jika ada suami yang semangat menolong teman sekantornya, teman nongkrongnya, atau menolong kaum dhuafa di daerah terpencil, tapi kerabat sendiri tidak ditolong?

3. Wajib menolong istri berbakti kepada orang tuanya

Istri shalihah adalah perhiasan terindah. Dari Abdullah bin ‘Amr bin Al-Ash radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

الدُّنْيَا مَتَاعٌ، وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا المَرْأَةُ الصَّالِحَةُ

“Kehidupan dunia adalah perhiasan. Dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri yang shalihah” (HR. Muslim no.1467).

Istri shalihah adalah istri yang melakukan ketaatan kepada Allah dan menjauhkan diri dari apa yang dilarang oleh-Nya. Salah satu ketaatan adalah berbakti kepada orang tua.

Maka jika sang suami ingin istrinya menjadi istri yang shalihah, hendaknya ia bantu istrinya berbakti kepada orang tuanya. Suaminya memberi support mental maupun finansial kepada istrinya agar ia bisa berbakti kepada orang tuanya dan berbuat baik kepada keluarganya.

Jika istrinya menjadi anak yang berbakti kepada orang tuanya dan berbuat baik kepada keluarganya, maka suaminya pun akan mendapatkan keberuntungan. Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تُنْكَحُ المَرْأَةُ لأرْبَعٍ: لِمالِها ولِحَسَبِها وجَمالِها ولِدِينِها، فاظْفَرْ بذاتِ الدِّينِ، تَرِبَتْ يَداكَ

“Wanita biasanya dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih wanita yang bagus agamanya (keislamannya). Kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi.” (HR. Bukhari no.5090, Muslim no.1466).

Dan suami yang membantu istrinya berbuat baik pada keluarganya, ia juga akan mendapatkan pahala yang sama. Nabi shalallahu’alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

“Barangsiapa menunjukkan orang kepada suatu kebaikan, maka ia mendapat pahala yang semisal dengan orang yg melakukannya” (HR. Muslim no. 1893).

Oleh karena itu, nasehat kami untuk diri kami sendiri dan para suami secara umum, agar bersemangat menyambung silaturahmi dengan keluarga istri dan membantu mereka dalam perkara yang ma’ruf sesuai dengan kemampuan.

Semoga Allah memberi taufik.

Umroh Titanium, Jangan Tanggung-Tanggung Untuk Ibadah!

Umroh eksklusif maksimal, di hotel bintang lima yang paling dengan dengan Masjid Nabawi dan Masjid al-Haram. Jangan tanggung-tanggung jika itu untuk ibadah, karena semua berbalas pahala dari Allah Ta’ala. Kalau untuk urusan dunia sebagian orang jor-joran, mengapa untuk urusan akhirat ditahan-tahan? Yok umroh paket titanium bersama Batik Travel. Insyaallah dibimbing oleh Ustadz Yulian Purnama –hafizhahullah

Paket 9 Hari, berangkat: 13 Juli 2026

📲 Tanya-tanya dulu juga boleh! 

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Fawaid Kangaswad adalah platform dakwah sunnah melalui website fawaidkangaswad.id dan beberapa kanal di media sosial seperti whatsapp, telegram, instagram dan twitter.

Fawaid Kangaswad juga mengelola Ma’had Fawaid Kangaswad, yaitu program belajar Islam berbasis kitab kuning karya para ulama Ahlussunnah, melalui media grup Whatsapp.

Fawaid Kangaswad juga menyebarkan buku-buku serta e-book bermanfaat secara gratis.

Dukung operasional kami melalui:

https://trakteer.id/kangaswad
(transfer bank, QRIS, OVO, Gopay, ShopeePay, Dana, LinkAja, dll)

Atau melalui:

Bank Mandiri 1370023156371 a/n Yulian Purnama

Semoga menjadi pahala jariyah.

Trending