Syaikh Muhammad bin Shalih al-Munajjid

Tidak terdapat dalam Al-Qur’an maupun As-Sunnah dalil yang menunjukkan bahwa ada suatu kaum yang menghuni bumi sebelum Nabi Adam ‘alaihis salam. Yang ada dalam masalah ini hanyalah pendapat sebagian ahli tafsir dari kalangan sahabat dan tabi’in. Di antaranya:

Pendapat pertama:

Bahwa bumi dahulu dihuni oleh bangsa jin, yaitu makhluk yang Allah Ta’ala ciptakan dari api. Pendapat ini diriwayatkan dari mayoritas ahli tafsir.

Ibnu Abbas berkata sebagaimana diriwayatkan oleh Ath-Thabari dalam Tafsir-nya (1/232):

أول من سكن الأرض الجن، فأفسدوا فيها، وسفكوا فيها الدماء، وقتل بعضهم بعضا

“Makhluk pertama yang menghuni bumi adalah jin. Lalu mereka membuat kerusakan di dalamnya, menumpahkan darah, dan sebagian mereka membunuh sebagian yang lain”.

Ath-Thabari juga meriwayatkan dengan sanadnya dari Ar-Rabi’ bin Anas, ia berkata:

إن الله خلق الملائكة يوم الأربعاء، وخلق الجن يوم الخميس، وخلق آدم يوم الجمعة، فكفر قوم من الجن، فكانت الملائكة تهبط إليهم في الأرض فتقاتلهم، فكانت الدماء، وكان الفساد في الأرض

“Allah menciptakan para malaikat pada hari Rabu, menciptakan jin pada hari Kamis, dan menciptakan Adam pada hari Jumat. Kemudian sebagian jin menjadi kafir, sehingga para malaikat turun kepada mereka di bumi untuk memerangi mereka. Maka terjadilah pertumpahan darah dan kerusakan di bumi”.

Pendapat kedua:

Bahwa sebelum Adam ‘alaihis salam tidak ada seorang pun di bumi, baik dari kalangan jin maupun selain mereka.

Pendapat ini diriwayatkan oleh Ath-Thabari dalam Tafsir-nya (1/232) dari Abdurrahman bin Zaid yang berkata:

قال الله تعالى ذكره للملائكة: إني أريد أن أخلق في الأرض خلقا، وأجعل فيها خليفة، وليس لله يومئذ خلق إلا الملائكة، والأرض ليس فيها خلق

“Allah Ta’ala berfirman kepada para malaikat: ‘Sesungguhnya Aku hendak menciptakan suatu makhluk di bumi dan menjadikan di sana seorang khalifah.’ Pada saat itu Allah tidak memiliki makhluk selain para malaikat, dan bumi belum terdapat makhluk apa pun di dalamnya”.

Al-‘Allamah Muhammad ath-Thahir Ibnu ‘Asyur berkata dalam kitab At-Tahrir wat Tanwir (1/228):

تعقيبُ ذكرِ خلق الأرض ثم السماوات، بذكر إرادته تعالى جعل الخليفة، دليلٌ على أن جعل الخليفة كان أول الأحوال على الأرض بعد خلقها، فالخليفة هنا الذي يخلف صاحب الشيء في التصرف في مملوكاته، ولا يلزم أن يكون المخلوف مستقرا في المكان من قبل، فالخليفة آدم، وخَلَفِيَّتُه قيامه بتنفيذ مراد الله تعالى من تعمير الأرض بالإلهام أو بالوحي، وتلقين ذريته مراد الله تعالى من هذا العالم الأرضي

“Disebutkannya kehendak Allah untuk menjadikan seorang khalifah setelah penyebutan penciptaan bumi dan langit menunjukkan bahwa penunjukan khalifah itu merupakan keadaan pertama yang terjadi di bumi setelah penciptaannya. Yang dimaksud khalifah di sini adalah orang yang menggantikan pemilik sesuatu dalam mengelola miliknya. Tidak harus ada pihak yang digantikan telah lebih dahulu menetap di tempat tersebut. Maka khalifah itu adalah Adam. Kekhalifahannya adalah dengan melaksanakan kehendak Allah dalam memakmurkan bumi melalui ilham atau wahyu, serta mengajarkan kepada keturunannya apa yang Allah kehendaki dari alam dunia ini.”

Adapun apa yang disebutkan oleh sebagian ahli tafsir atau sejarawan bahwa dahulu ada suatu kaum bernama Al-Hinn (الحِنّ) yang menghuni bumi, lalu bangsa jin datang membunuh mereka dan menempati tempat mereka, maka tampaknya kisah tersebut termasuk cerita-cerita yang tidak memiliki sanad yang sahih.

Ibnu Katsir berkata dalam Al-Bidayah wan Nihayah (1/55):

قال كثير من علماء التفسير: خلقت الجن قبل آدم عليه السلام، وكان قبلهم في الأرض (الحِنُّ والبِنُّ)، فسلط الله الجن عليهم فقتلوهم وأجلوهم عنها وأبادوهم منها وسكنوها بعدهم

“Banyak ulama tafsir mengatakan bahwa jin diciptakan sebelum Adam ‘alaihis salam. Sebelum mereka, bumi dihuni oleh kelompok yang disebut Al-Hinn dan Al-Binn. Kemudian Allah menjadikan jin berkuasa atas mereka, sehingga para jin membunuh mereka, mengusir mereka dari bumi, memusnahkan mereka, lalu tinggal di bumi setelah mereka”.

Namun, Ath-Thahir Ibnu ‘Asyur mengomentari hal ini dalam At-Tahrir wat Tanwir (1/228):

إذا صح أن الأرض كانت معمورة من قبل بطائفة من المخلوقات يسمون (الحِنُّ والبِنُّ) بحاء مهملة مكسورة ونون في الأول، وبموحدة مكسورة ونون في الثاني، وقيل: اسمهم (الطَّمُّ والرَّمُّ) بفتح أولهما، وأحسبه من المزاعم، وأن وضع هذين الاسمين من باب قول الناس (هيّان بن بيّان) إشارة إلى غير موجود أو غير معروف، وَلَعَلَّ هَذَا أَنْجَزُ لأهل القصص من خرافات الفرس أو اليونان، فإن الفرس زعموا أنه كان قبل الإنسان في الأرض جنس اسمه الطم والرم، وكان اليونان يعتقدون أن الأرض كانت معمورة بمخلوقات تدعى (التيتان) وأن (زفس) وهو (المشتري) كبير الأرباب في اعتقادهم جلاهم من الأرض لفسادهم

“Jika benar bumi pernah dihuni sebelumnya oleh sekelompok makhluk yang disebut Al-Hinn dan Al-Binn, dan ada pula yang mengatakan nama mereka adalah Ath-Thamm dan Ar-Ramm, maka menurutku hal itu hanyalah dugaan belaka. Penamaan dua makhluk tersebut tampaknya seperti ungkapan orang Arab ‘Hayyan bin Bayyan’, yang digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang tidak ada atau tidak dikenal. Mungkin kisah ini berasal dari dongeng-dongeng bangsa Persia atau Yunani. Bangsa Persia mengklaim bahwa sebelum manusia ada suatu jenis makhluk di bumi bernama Ath-Thamm dan Ar-Ramm. Sedangkan bangsa Yunani meyakini bahwa bumi dahulu dihuni oleh makhluk-makhluk yang disebut Titan (Titanes), dan bahwa Zeus (Jupiter), yang menurut keyakinan mereka adalah pemimpin para dewa, telah mengusir mereka dari bumi karena kerusakan yang mereka lakukan”.

Wallahu a’lam.

Sumber: Fatwa Islam Sual wa Jawab no.72470

Umroh Titanium, Jangan Tanggung-Tanggung Untuk Ibadah!

Umroh eksklusif maksimal, di hotel bintang lima yang paling dengan dengan Masjid Nabawi dan Masjid al-Haram. Jangan tanggung-tanggung jika itu untuk ibadah, karena semua berbalas pahala dari Allah Ta’ala. Kalau untuk urusan dunia sebagian orang jor-joran, mengapa untuk urusan akhirat ditahan-tahan? Yok umroh paket titanium bersama Batik Travel. Insyaallah dibimbing oleh Ustadz Yulian Purnama –hafizhahullah

Paket 9 Hari, berangkat: 13 Juli 2026

📲 Tanya-tanya dulu juga boleh! 

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Fawaid Kangaswad adalah platform dakwah sunnah melalui website fawaidkangaswad.id dan beberapa kanal di media sosial seperti whatsapp, telegram, instagram dan twitter.

Fawaid Kangaswad juga mengelola Ma’had Fawaid Kangaswad, yaitu program belajar Islam berbasis kitab kuning karya para ulama Ahlussunnah, melalui media grup Whatsapp.

Fawaid Kangaswad juga menyebarkan buku-buku serta e-book bermanfaat secara gratis.

Dukung operasional kami melalui:

https://trakteer.id/kangaswad
(transfer bank, QRIS, OVO, Gopay, ShopeePay, Dana, LinkAja, dll)

Atau melalui:

Bank Mandiri 1370023156371 a/n Yulian Purnama

Semoga menjadi pahala jariyah.

Trending