Dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu, dari Ummu Sulaim radhiallahu’anha, bahwa ia berkata,
يَا رَسُولَ اللَّهِ، خَادِمُكَ أَنَسٌ، ادْعُ اللَّهَ لَهُ، فَقَالَ: ((اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهُ، وَوَلَدَهُ، وَبَارِكْ لَهُ فِيمَا أَعْطَيْتَهُ))
“Wahai Rasulullah, ini adalah Anas, pembantumu. Berdoalah kepada Allah untuk kebaikannya”. Maka Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berdoa: “Ya Allah, perbanyaklah hartanya Anas, perbanyaklah keturunannya, dan berkahilah apa yang telah Engkau anugerahkan kepadanya” (HR. Bukhari no. 6380, Muslim no. 2480).
Al-Mulla Ali Al-Qari rahimahullah menjelaskan:
(قَالَ أَنَسٌ: فَوَاللَّهِ إِنَّ مَالِي لَكَثِيرٌ) ، أَيْ: غَايَةُ الْكَثْرَةِ وَنِهَايَةُ الْبَرَكَةِ عَلَى وَفْقِ الْبُغْيَةِ (وَإِنَّ وَلَدِي) ، أَيْ: بِلَا وَاسِطَةٍ (وَوَلَدَ وَلَدِي لَيَتَعَادُّونَ) : بِضَمِّ الدَّالِ الْمُشَدَّدَةِ أَيْ: يَزِيدُونَ فِي الْعَدَدِ (عَلَى نَحْوِ الْمِائَةِ الْيَوْمَ) . أَيْ: فِي هَذَا الْوَقْتِ مِنَ الْحَدِيثِ، رُوِيَ أَنَّهُ قَالَ: رُزِقْتُ مِنْ صُلْبِي سِوَى وَلَدِ وَلَدِي مِائَةً وَخَمْسَةً وَعِشْرِينَ، أَيْ: ذُكُورٌ إِلَّا بِنْتَيْنِ عَلَى مَا قِيلَ، وَإِنَّ أَرْضِي لَتُثْمِرُ فِي السَّنَةِ مَرَّتَيْنِ
Anas berkata, “Demi Allah, sungguh hartaku sangat banyak”. Maksudnya, hartanya mencapai tingkat yang sangat banyak dan memperoleh keberkahan yang sempurna, sesuai dengan doa yang dipanjatkan oleh Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam.
Anas berkata, “Dan sesungguhnya anak-anakku dan cucu-cucuku terus bertambah banyak”. Maksudnya, anak-anak kandungku secara langsung, serta anak-anak mereka, terus bertambah jumlahnya. Anas berkata, “Jumlah mereka pada hari ini sekitar 100 orang”. Maksudnya, pada waktu hadis ini disampaikan, jumlah mereka telah mencapai sekitar 100 orang.
Diriwayatkan pula bahwa Anas berkata: “Aku dianugerahi dari keturunanku sendiri, belum termasuk keturunan dari cucu-cucuku, sebanyak 125 orang”. Yakni, semuanya laki-laki kecuali dua orang perempuan, sebagaimana disebutkan oleh sebagian ulama.
Beliau juga berkata, “Dan sesungguhnya kebunku berbuah dua kali dalam setahun”.
(Mirqatul Mafatih Syarah Misykatul Mashabih, 9/4002-4003).
Fawaid Kangaswad | Umroh Bersama Kami: bit.ly/fawaid-umroh





Leave a comment