Syaikh DR. Abdul Karim al-Khudhair hafizhahullah menjelaskan:

اشترط القائلون بهذا القول ستة شروط هي:

Para ulama yang berpendapat bolehnya mengamalkan hadits dha’if, mereka mensyaratkan 6 syarat, yaitu:

الأول: أن يكون الضعف غير شديد، فيخرج من انفرد من الكذابين والمتهمين بالكذب، ومن فحش غلطه. وقد نقل السخاوي الاتفاق على هذا الشرط

وقد نقل السخاوي الاتفاق على هذا الشرط

Syarat pertama: kelemahan hadits tersebut bukan kelemahan yang sangat parah. Dengan demikian, kebolehan ini tidak berlaku pada hadis yang diriwayatkan secara sendirian oleh para perawi yang pendusta, atau para perawi yang dituduh berdusta, maupun perawi yang sangat banyak kesalahannya. Imam as-Sakhawi menukil adanya ijma’ mengenai syarat ini.

الثاني: أن يكون الضعيف مندرجا تحت أصل عام فيخرج ما يخترع بحيث لا يكون له أصل معمول به أصلا

Syarat kedua: hadits yang lemah tersebut harus tercakup dalam suatu landasan syariat yang bersifat umum. Dengan demikian, kebolehan ini tidak berlaku untuk hadits yang mengandung ibadah yang diada-adakan, yang sama sekali tidak memiliki dasar umum dalam syariat yang dapat diamalkan.

الثالث: أن لا يعتقد عند العمل به ثبوته، لئلا ينسب إلي النبي -صلى الله عليه وسلم-، بل يعتقد الاحتياط

Syarat ketiga: ketika mengamalkannya, seseorang tidak meyakini bahwa hadits tersebut benar-benar sahih atau pasti berasal dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Agar tidak menisbatkan sesuatu kepada Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam tanpa dasar yang kuat. Namun ia mengamalkannya dengan niat untuk berhati-hati.

الرابع: أن يكون موضوع الحديث الضعيف في فضائل الأعمال

Syarat keempat: tema hadits dhaif tersebut harus berkaitan dengan fadha’ilul a‘mal (keutamaan amalan-amalan ibadah).

الخامس: أن لا يعارض حديثا صحيحا

Syarat kelima: hadits dhaif tersebut tidak boleh bertentangan dengan hadits yang sahih.

وهذا الشرط اعتبره البعض للإيضاح، وأسقطه الآخرون لظهوره

Sebagian ulama menyebutkan syarat ini hanya sebagai penjelasan untuk memperjelas maksud. Sedangkan ulama yang lain tidak mencantumkannya karena mereka menganggapnya sudah jelas dengan sendirinya.

السادس: أن لا يعتقد سنية ما يدل عليه. قال الشيخ علوى مالكي: وهذا خلف في القول، لأنه لا معنى للعمل بالحديث الضعيف في مثل ما نحن فيه إلَّا كونه مطلوبا طلبا غير جازم، فهو سنة، وإذا كان سنة تعين اعتقاد سنيته

Syarat keenam: tidak meyakini bahwa sesuatu yang ditunjukkan oleh hadits tersebut merupakan sunnah. Syekh ‘Alwi al-Maliki mengatakan: “Syarat ini bertentangan dengan pendapat yang membolehkan beramal dengan hadits dhaif. Karena tidak ada makna lain dari pengamalan hadits dhaif dalam pembahasan yang sedang kita bicarakan ini, selain bahwa amalan tersebut dituntut untuk dikerjakan dengan tuntutan yang tidak bersifat wajib. Itu berarti mereka menganggap amalan tersebut adalah sunnah. Jika memang demikian, maka konsekuensinya adalah harus meyakini bahwa amalan itu memang sunnah hukumnya”.

وقد زاد الحافظ ابن حجر شرطا غير هذه الشروط، وهو أن لا يشتهر ذلك لئلا يعمل المرء بحديث ضعيف فيشرع ما ليس بشرع، أو يراه بعض الجهال فيظن أنه سنة صحيحة

Al-Hafizh Ibnu Hajar menambahkan 1 syarat lagi selain syarat-syarat di atas, yaitu:hadits dhaif tersebut tidak boleh menjadi masyhur atau tersebar luas di tengah masyarakat, agar seseorang tidak mengamalkan hadits dhaif lalu menetapkan sesuatu sebagai syariat padahal sebenarnya bukan bagian dari syariat. Atau agar orang-orang awam yang melihat hadis tersebut tidak mengira bahwa hadits tersebut merupakan hadits yang sahih.

(Al-Hadits Ad-Dha’if wa Hukmul Ihtijaju bihi, 275-276)

Umroh Platinum, Hotel Bintang 5, Umrah Nyaman Dan Berkelas!

Bukan sekadar berangkat umrah, tetapi menikmati setiap perjalanan dengan pelayanan premium yang membuat ibadah lebih tenang, nyaman, dan khusyuk.

Terbang bersama Garuda Indonesia, jadwal sudah confirmed. Dibimbing Ustadz Yulian Purnama –hafizhahullah-, jadi ibadah lebih tenang dan khusyuk.

Paket 11 Hari, berangkat: 19 November 2026

📲 Tanya-tanya dulu juga boleh! 

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Fawaid Kangaswad adalah platform dakwah sunnah melalui website fawaidkangaswad.id dan beberapa kanal di media sosial seperti whatsapp, telegram, instagram dan twitter.

Fawaid Kangaswad juga mengelola Ma’had Fawaid Kangaswad, yaitu program belajar Islam berbasis kitab kuning karya para ulama Ahlussunnah, melalui media grup Whatsapp.

Fawaid Kangaswad juga menyebarkan buku-buku serta e-book bermanfaat secara gratis.

Dukung operasional kami melalui:

https://trakteer.id/kangaswad
(transfer bank, QRIS, OVO, Gopay, ShopeePay, Dana, LinkAja, dll)

Atau melalui:

Bank Mandiri 1370023156371 a/n Yulian Purnama

Semoga menjadi pahala jariyah.

Trending