Sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullah dalam Al Ushul As Sittah,
أظهر لهم الشيطان الإخلاص في صورة تنقص الصالحين والتقصير في حقوقهم، وأظهر لهم الشرك بالله في صورة محبة الصالحين وأتباعهم
“Setan menampakkan bahwa ajaran tauhid itu merendahkan orang-orang shalih dan meremehkan hak-hak orang shalih. Setan juga menampakkan bahwa yang disebut syirik itu sebenarnya adalah mencintai orang-orang shalih dan pengikut mereka”.
Maka para da’i yang mengajak umat kepada tauhid pun mendapatkan celaan dan permusuhan dari orang-orang yang berbuat syirik.
Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan mengatakan, “Jika ada yang mendakwahkan mereka dengan berkata “jangan menyembah makhluk! Jangan ber-istighatsah kepada makhluk! Berdoalah hanya kepada Allah dan ber-istighatsah lah hanya kepada Allah! Mintalah hanya kepada Allah, jangan berdoa kepada kuburan dan orang-orang mati!”.
Maka mereka akan mengatakan: “anda telah merendahkan orang-orang shalih. Penghuni kubur ini adalah wali Allah, yang hendaknya kita muliakan, kita hormati dan kita sebut nama mereka. Dan anda telah merendahkan para wali dan tidak mau mengakui keutamaan mereka”.
Inilah yang mereka ucapkan kepada pada da’i tauhid! Maka kami katakan, kami mencintai orang-orang shalih. Kami juga mencintai para wali, kami mencintai mereka, memuliakan mereka, menghormati mereka, namun kami tidak mau memberikah satu pun hak Allah kepada mereka dan kami tidak mau mempersembahkan satu ibadah pun kepada mereka. Karena mereka tidak berhak mendapatkan ibadah. Dan mereka pun tidak ridha dengan itu, mereka tidak ridha jika mereka dijadikan objek dia, dan diminta pertolongan dalam kondisi-kondisi sempit” (Syarah Al Ushul As Sittah, 17-18).
Demikianlah tantangan yang akan dihadapi para pejuang kebenaran dan pejuang tauhid. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
لا تزالُ طائفةٌ من أمَّتي علَى الحقِّ ظاهرينَ لا يضرُّهم من خذلُهم حتَّى يأتيَ أمرُ اللَّهِ
“Akan selalu ada suatu kaum dari umatku yang menampakkan kebenaran. Orang-orang yang mencela mereka tidak akan membahayakan mereka, sampai datang perkara Allah (maut)” (HR. Tirmidzi no.2229, dishahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi).
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda:
يأتي على النَّاسِ زمانٌ الصَّابرُ فيهم على دينِه كالقابضِ على الجمرِ
“Akan datang suatu masa, orang yang bersabar berpegang pada agamanya, seperti menggenggam bara api” (HR. Tirmidzi no. 2260, dishahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi).
Maka hendaknya para penyeru kebenaran bersabar dan tetap terus menyebarkan kebenaran. Tidak perlu menghiraukan celaan para pencela, karena celaan tersebut sejatinya akan kembali pada diri mereka. Syaikh Shalih Al Fauzan menjelaskan, “Ketika para Nabi dan Rasul berusaha mengubah keadaan kaumnya yang melakukan peribadahan kepada selain Allah, maka dilontarkanlah kepada mereka celaan-celaan. (Jika ini terjadi pada para Nabi) maka bagaimana lagi dengan para da’i dan ulama? Maka ini tidak mengherankan.
Dan ini tidak mengurangi derajat mereka di sisi Allah, bahkan menambah kebaikan mereka di sisi-Nya. Bahkan keburukan itu akan kembali kepada para pencela dan para penulis celaan. Sungguh itu akan kembali pada mereka. Adapun para ulama dan orang-orang yang ikhlas dalam berdakwah menyeru kepada Allah, celaan-celaan tidak akan membahayakan mereka sedikit pun. Bahkan akan meninggikan derajat mereka dan kebaikan mereka. Mereka memiliki teladan, yaitu para Nabi ketika dicela oleh kaumnya dengan celaan-celaan. Allah pun berfirman kepada mereka:
مَا يُقَالُ لَكَ إِلَّا مَا قَدْ قِيلَ لِلرُّسُلِ مِنْ قَبْلِكَ إِنَّ رَبَّكَ لَذُو مَغْفِرَةٍ وَذُو عِقَابٍ أَلِيمٍ
“Tidaklah ada yang dikatakan (oleh orang-orang kafir) kepadamu itu selain apa yang sesungguhnya telah dikatakan kepada rasul-rasul sebelum kamu. Sesungguhnya Rabb-mu benar-benar mempunyai ampunan dan hukuman yang pedih” (QS. Fushilat: 43)” (Syarah Al Ushul As Sittah, 11).
Semoga Allah Ta’ala memberi taufik.



![[PDF] Benarkah Islam Mengekang Wanita?](https://fawaidkangaswad.id/wp-content/uploads/2026/09/cover-buku-benarkah-islam-mengekang-wanita_-copy.png?w=900)

Leave a comment