1. Pertebal Iman Kepada Takdir Allah

Meyakini bahwa kematian adalah takdir Allah yang sudah ditetapkan, bukan karena kebetulan. Ketika itu takdir Allah, maka itu yang terbaik. Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu’anhu, bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

لا يؤمنُ عبدٌ حتى يؤمنَ بالقدَرِ خيرِه و شرِّه ، حتى يعلمَ أنَّ ما أصابه لم يَكن لِيخطِئَه ، و أنَّ ما اخطأه لم يكن لِيُصيبَه

“Tidak beriman seorang hamba sampai ia beriman kepada takdir, baik takdir yang baik maupun takdir yang buruk. Dan sampai ia meyakini bahwa apa yang menimpanya, itu bukan karena kebetulan. Dan apa yang tidak ditakdirkan kepadanya, tidak akan menimpanya” (HR. at-Tirmidzi no.2144, dishahihkan Al-Albani dalam Shahih at-Tirmidzi).

Dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu, bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

عَجِبتُ للمؤمنِ، إنَّ اللهَ لا يَقضي للمؤمنِ قَضاءً إلَّا كان خَيرًا له

“Aku kagum dengan seorang Mukmin. Karena sesungguhnya Allah tidaklah menetapkan suatu takdir untuk seorang Mukmin, kecuali itu pasti baik baginya” (HR. Ahmad no.12906, dishahihkan Syu’aib al-Arnauth dalam Takhrij Musnad Ahmad).

2. Takdir Pasti Terjadi, Kita Tidak Bisa Lari

Meyakini bahwa kematian ini pasti akan tetap terjadi apapun upaya yang dilakukan untuk mencegahnya, ia tetap akan terjadi pada waktunya, tidak bisa lari darinya. Allah Ta’ala berfirman:

فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

“Jika telah datang ajal seseorang, maka tidak bisa ditunda walaupun sebentar dan tidak bisa dipercepat” (QS. Al A’raf: 34).

3. Sedih Itu Wajar

Ketika ada orang yang disayangi meninggal, boleh bersedih. Sedih itu wajar. Dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

إنَّ العَينَ تَدمَعُ، والقَلبَ يَحزَنُ، ولا نَقولُ إلَّا ما يَرضى رَبُّنا، وإنَّا بفِراقِكَ يا إبراهيمُ لَمَحزونونَ

“Air mata berlinang dan hati bersedih, namun kami tidak mengatakan sesuatu kecuali yang diridhai Allah. Dengan kepergianmu ini wahai Ibrahim, kami sangat bersedih” (HR. Al Bukhari no. 1241, Muslim no.2315).

4. Tidak Boleh Niyahah

Betapapun sedihnya kita, tidak boleh melakukan niyahah. Yaitu ekspresi kesedihan yang berlebihan. Seperti meraung-raung, berteriak-teriak, melempar barang, menampar pipi, merobek pakaian, memukul tembok dan semisalnya. Dari Abu Malik Al-Asy’ari radhiyallahu’anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَرْبَعٌ فِي أُمَّتِي مِنْ أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ، لَا يَتْرُكُونَهُنَّ: الْفَخْرُ فِي الْأَحْسَابِ، وَالطَّعْنُ فِي الْأَنْسَابِ، وَالْاسْتِسْقَاءُ بِالنُّجُومِ، وَالنِّيَاحَةُ

“Ada empat perkara jahiliyah pada umatku, mereka tidak akan meninggalkannya: Membanggakan kemuliaan orang tua, mencela nasab (garis keturunan), menganggap turunnya hujan dengan munculnya bintang tertentu, dan niyâhah (meratap)” (HR. Muslim, no. 934).

5. Jangan Larut Dalam Kesedihan, Fokus Pada Apa Yang Manfaat Untuk Mayit

Kesedihan itu melemahkan. Daripada larut dalam kesedihan, lebih baik fokus pada apa-apa yang manfaat untuk mayit.

Di antaranya:

  1. Mendoakan kebaikan untuk mayit
  2. Mendoakan ampunan untuk mayit
  3. Bersedekah atas nama mayit
  4. Melunasi hutang mayit
  5. Menjalankan wasiat dari mayit
  6. Melanjutkan amalan kebaikan mayit ketika masih hidup
  7. Menjalin hubungan baik dengan kerabat dan teman-teman mayit

Fawaid Kangaswad | Umroh Bersama Kami: bit.ly/fawaid-umroh

Umroh Titanium, Jangan Tanggung-Tanggung Untuk Ibadah!

Berangkat umroh kini makin mudah. Umroh Garuda Silver berangkat langsung dari Jogja, nyaman sejak langkah pertama. Terbang bersama Garuda Indonesia, program 10 hari, jadwal sudah confirmed. Dibimbing Ustadz Yulian Purnama –hafizhahullah-, jadi ibadah lebih tenang dan khusyuk.

Paket 10 Hari, berangkat: 15 Agustus 2026

📲 Tanya-tanya dulu juga boleh! 

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Fawaid Kangaswad adalah platform dakwah sunnah melalui website fawaidkangaswad.id dan beberapa kanal di media sosial seperti whatsapp, telegram, instagram dan twitter.

Fawaid Kangaswad juga mengelola Ma’had Fawaid Kangaswad, yaitu program belajar Islam berbasis kitab kuning karya para ulama Ahlussunnah, melalui media grup Whatsapp.

Fawaid Kangaswad juga menyebarkan buku-buku serta e-book bermanfaat secara gratis.

Dukung operasional kami melalui:

https://trakteer.id/kangaswad
(transfer bank, QRIS, OVO, Gopay, ShopeePay, Dana, LinkAja, dll)

Atau melalui:

Bank Mandiri 1370023156371 a/n Yulian Purnama

Semoga menjadi pahala jariyah.

Trending